Puisi-Puisi Covid-19: Nazar Shah Alam

Puisi-Puisi Covid-19: Nazar Shah Alam
Penyair, Nazar Shah Alam

TAKUT 19
Nazar Shah Alam:

Mereka yang berkata tidak takut kematian
Lalu keluar untuk bekerja adalah yang takut kelaparan

Mereka yang berucap hanya berserah pada ketentuan Allah
Tapi takut akan lapar dan nasib tak berubah
Adalah orang-orang yang berdusta

Mereka yang berkelit bahwa bekerja adalah ikhtiar
Adalah pelupa yang awam yang tak tahu bahwa menjaga diri juga usaha

Mereka yang berkata segalanya sudah ditakdirkan
Lalu bekerja begitu keras sampai tak takut pada wabah
Sebenarnya adalah penakut yang resah kelak takdirnya tak berubah

Mereka sebenarnya tidak takut pada Tuhan
Melainkan risau pada cekam kesepian

Banda Aceh, 28 Maret 2020


SEPANJANG RUTE LOCKDOWN
Nazar Shah Alam:

Aku menemukan kota-kota yang mabuk keramaian
Terkapar di tilam kesunyian
Orang-orang kecil yang terlanjur akrab dengan kecewa
Semakin siap untuk pulang tanpa apa-apa

Aku menemukan ketakutan yang dicoba tawa-tawakan: tapi gagal
Mata-mata penuh curiga yang dicoba samar-samarkan: tapi terbinar
Benak-benak yang penuh dengan jangan-jangan

Malaikat maut bermain di taman tangan ke tangan
Menggelayut di pakaian
Singgah di segala yang memungkinkan

Aku melihat orang biasa tetiba jadi wartawan
Menjadi dokter paling paham
Mendengar ocehan, serapah, dan keyakinan yang entah mana harus diyakinkan

Aku mendengar suara-suara kepercayaan berubah menjadi kebodohan
Orang-orang rindu dan orang-orang grusu
Diam-diam tunduk, diam-diam melawan

Aku belum pernah melihat ketakutan sepanjang rute ini sebelumnya
Setiap sudut kota berjumpa kesunyian
Malam lekas berpeluk kelam: khatam riuh suara
tertidur sejak senja
Pagi telat jaga
Siang tak berdaya

Dan aku
Belum pernah menemukan diriku serindu ini padamu, sayang
Dari penjara keadaan yang belum menujukkan keringanan hukuman

Banda Aceh, 2 April 2020

Nazar Shah Alam, penyair yang juga vocalis Band Apache13. Pernah diundang dalam Pertemuan Penyair Nusantara di Jambi, 2012. Menulis di koran lokal dan beberapa media serta antologi nasional sejak tahun 2009.

iklan sesama guru mari berbagi

Komentar

Loading...