Puisi-Puisi Covid-19 Mezra E. Pellondou

Puisi-Puisi Covid-19 Mezra E. Pellondou
Mezra Pellondou

Monolog Puisi
Mezra E.Pellondou:

Di jalan nafas kata
huruf-huruf kadang keras menyalak badai
tapi perahu tak pernah hilang arah
debur ombak tak pernah
robekkan layar
matahari tak pernah mati waktu
virus ganas selalu terkapar oleh segenggam keheningan yang kau miliki

Di jalan nafas sajak
bunyi-bunyi mekarkan paru-paru saat memungut airmata
juga luka
tawa juga bahagia
eufoni juga cacofoni
anafora juga epifora
semua adalah suka sekaligus duka
semua adalah cinta sekaligus benci
semua merindu untuk melepaskan
bertemu dan berpisah

Di jalan nadi sajak
semua bunyi desah adalah kemerdekaan tanpa penjara
semua teriak adalah mimpi tak pernah putus
semua kabut adalah cinta hujan pada bumi
dan hati adalah hakim paling jujur
yang tak pernah tersesat
dan terang…

Kepada Kawan
Puisi Mezra E.Pellondou:

Jangan lagi kau menafsir
detak maut di nadimu
aku tidak mengajakmu melupakan virus maut itu
tapi,setiap cahaya yang melesat dari tubuhmu
akan memadamkannya

Puisi akan membuatmu
siaga
setia dengan sekecil apapun cahaya itu

tak ada hari yang sesat
di setiap waktumu
sebab kematian sekalipun adalah anugerah

Ssst, jangan lagi kau menghitung-hitung
denyut nafasmu
saat virus menjelma udara
Setiap hidup telah dipinang kapan saatnya pulang

Tapi aku tak mengajakmu lengah
mempersiapkan kepulangan
Tetaplah di jalan cahaya

Kupang, 21 Maret 2020

Virus Menjelma Vaksin
Puisi Mezra E.Pellondou:

Jangan tanya pada siapapun
ke mana cinta harus dipahat

Liang lahat menganga
di kaki
mencatat pemakaman sebagai kenangan paling sunyi
Virus menjelma vaksin
mengikat airmata
menghardik pelukan
agar tak terluka kemanusiaan

Selamat jalan pejuang
kemanusiaan

Kupang, 25 Maret 2020
RIP Guru Besar UGM Prof.Iwan Dwiprahastro
dan semua tenaga medis dan relawan korban corona.

Mezra E. Pellondou, lahir di Kupang NTT 21 Oktober 1969. Guru pada SMA Negeri 1 Kupang. Menggeluti penulisan puisi, cerpen, novel,ulasan dan essai sastra.  Memperoleh sejumlah penghargaan karya sastra, Penerima Adi Acarya Award Penulis Berdedikasi dan Pengembangan Literasi dan Pendidikan Terbaik (2020) dari Gerakan Menulis Buku Indonesia (GMBI).

Selain itu juga Pemenang Pertama Nasional  Penghargaan Sastra untuk Pendidik (2012) dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayan Nasional RI atas konsistensi berkarya pada bidang sastra. Penerima Penghargaan NTT Academia Award 2013 kategori Sastra dan Humaniora. Guru Berprestasi Tingkat kota Kupang (2010), Guru Berprestasi Tingkat Propisi NTT dan Finalis Tingkat Nasional (2010)

Puisi Mezra juga disiarkan di Harian Umum Pos Kupang, Riu Pos, Jurnal Sastra Lokomoteks, Jurnal Loti Basastra Kantor Bahasa NTT, Serambi Indonesia, Gayo Online, cakradunia.co dan disejumlah media lain

Buku Kumpulan Puisi Tunggal Mezra yang telah terbit Beta Indonesia, Keliling Tanah Air dengan Puisi (2018) Likurai dari Negeri yang Membatu (2017). Tujuhpuluhkalitujuhkali (2016). Kekasih Sunyiku (2013) dan puisi-puisi dan essai Mezra juga terbit dalam buku sejumlah antologi bersama

Karya Novel yang telah terbit Surga Retak (2005) LOGE (2006). Nama Saya Tawwe Kabotta (2007)  Perempua dari Lembah Mutis (2010). Buku Kumpulan Cerpen Kuda dan Sang Dokter (2017). Email: [email protected] .Alamat: Perumahan Lopo Indah Permai  BTN Kolhua,blok R/2 No. 30 Kupang-NTT.

Baca juga: Puisi-Puisi Covid19 D. Kemalawati

Baca juga: Puisi-Puisi Covid-19 Rita Jassin

Baca juga: Puisi-Puisi Covid19 Amri M Ali

Baca juga  Puisi-Puisi Covid-19 Fanny J Poyk 

Baca juga: Puisi-Puisi Covid-19 Arif W

Baca juga: Puisi-Puisi Covid-19 Fatin Hamama

Baca juga: Puisi-Puisi Covid-19 Herni Fauziah

Komentar

Loading...