Puisi-Puisi Covid-19 Jumari HS

Puisi-Puisi Covid-19 Jumari HS
Penyair Jumari HS

Jadi Kenangan
Jumari HS:

Ia sebuah peristiwa, yang tak mudah hilang
Lekat di pikiran ini, seperti angin mengabarkan ombak
Dalam laut yang melayarkan pencarian pada luasnya kehidupan

Ia jadi kenangan, sebab pikiran selalu mengingatnya
Lalu, menjadi bahagia atau duka yang berupa kisah tak mudah hilang
Meski ombak senantiasa memburai dalam debur

Ia selalu mengingatku
Dalam sunyi atau sepi, kesendirianku adalah tempat
Kenangan-kenangan menyapa melalui Bahasa kasih sayang.

Kudus, Maret 2020

Jadi Rindu
Jamari SH:

Bahagianya aku mengingatmu
Sebab aku jadi rindu yang berupa ombak berdebur
Mengantarkan pelayaran menuju dermaga kasih sayang.

Kudus, Maret 2020.

Corona
Jumari HS:

Aku datang bukanlah Izroil, melainkan isyratNya
Agar diriku lebih mengerti penderitaan yang datang tiba-tiba
Dan mau merenungi bahwa hidup itu bagian dari ketakutan

Demikianlah, orang-orang dikembalikan pada sepi
Mereka dijauhikan keramaian, dan tak boleh berjabat tangan atau bertegur sapa
Dunia semakin ditinggalkan kata-kata, dan doa-doa menjadi beku
Seperti air mata menetes di batu-batu

Aku datang bukanlah kematian
Melainkan tanda akhir zaman yang membinar.

Kudus, Maret 2020

Senja, sedang di pekuburan
Jumari HS:

Sunyi di tempatmu
Aku merasakan usia detaknya begitu cepat
Menyerupai laju kereta menuju perbatasan, dan mau mengantarku pulang

Dan akhirnya hidup menjadi bayang-bayang
Di hatiku yang kehilangan cahaya.

Kudus, Maret akhir 2020

Kehilangan Bahagia
Jumari HS:

Airmataku menetes api, lalu
Membakar resah tinggalkan kenangan-kenangan
Asapnya membumbung kelam
: Di hatiku kehilangan bahagia

Jadilah Bayi
Jumaris HS:

Jadilah bayi saja
Agar kau mengenali kasih sayang, dan
Lucu dalam menetek cinta Tuhan

Jadailah bayi saja
Indah memandang kehidupan, di pangkuan ibu
Ngompol membuat derita sebuah kebahagian

Jadilah bayi saja
Sampai kematian tak menakutkan

Kudus, Maret 220

Sajadah Doa
Jumari HS:

Adalah lantai-lantai hening
Yang bertawakur cinta
Sebab biji-biji tasbih bergulir
Karena cahaya hatiku bening
Luruh dalam asmuMu.

Kudus, Maret 2020

Sajadah Cinta
Jumari HS:

Kasih sayang digelar sunyi
Ada keindahan begitu tentram
Ada kebahagiaan bernyanyi-nyanyi
Selalu mengingat mati

Kudus, Maret 2020

Jumari HS, lahir di Kudus. 24 Nopember 1965. Tahun 2011 di undang University Hangkuk Seoul Karea Selatan.dan membacakan puisinya di Kota Ansan. Sekarang sebagai ketua Teater Djarum. Buku puisinya yang telah terbit “ Tembang Tembakau “ ( 2008 ) dan “ Tentang Jejak Yang Hilang “ ( 2016 ). Tahun 2018 telah menerbitkan buku puisi yang terbaru berjudul “ Panorama Senja. 

Baca juga: Puisi-Puisi Covid19 D. Kemalawati

Baca juga: Puisi-Puisi Covid19 Amri M Ali

Baca juga:Puisi-Puisi Covid-19 Fanny J Poyk

Baca juga: Puisi-Puisi Covid-19 Fatin Hamama

Baca juga: Puisi-Puisi Covid-19 Herni Fauziah

Baca juga: Puisi-Puisi Covid-19 Mezra E. Pellondou 

Baca juga: Puisi-Puisi Covid-19 Ulis Zuska

Baca juga: Puisi-Puisi Covid-19 Arif W

Baca juga: Puisi-Puisi Covid-19 Rita Jassin

Komentar

Loading...