Puisi-Puisi Covid-19 Ibnu Wahyudi

Puisi-Puisi Covid-19 Ibnu Wahyudi
Ibnu Wahyudi

ADAMU
Ibnu Wahyudi:

adamu itu
menyelusup ke sadar waktu
beredar dalam mitos tak bentuk
sampai banyak yang puasa batuk
sebab salah paham menggurita
menyisakan sekian derita

adamu telah menyekat
menarik tegas batas sehat
namun yang tiba kerisauan
terjerembab realitas keluguan

adamu lalu meraksasa
sementara wujud tetap rahasia
yang pasti sekian penguncian
mustahil ada tanpa ancaman
dan umumnya akibat terbayang
ajaran agama pun kalah peluang

6 Juni 2020

HAMPIR TIADA JEJAK 
Ibnu Wahyudi:

hampir tiada jejak
kemacetan menyeruak
dan kita tak bisa teriak

pun mustahil melarang
bagi hidup tanpa uang
perut jauh dari kenyang

kelaparan menakutkan
larangan tak akan jalan
hidup harus ditunaikan

maka jika sedikit jejak
hati-hati saat melacak
deritalah jadi penggerak

8 Juni 2020

VIRUS DAN BAKTERI 
Ibnu Wahyudi:

virus dan bakteri
tengah mengkreasi diri
menyulap parasit
mengelabui arti sakit
menjebak umumnya kita
supaya diam saja
biar terbiasa

cakrawala penuh bunga
udara berkurang tuba
dan nyaris tanpa bayangan
hari-hari sarat tekanan
ketakpahaman menari-nari
orang pun akrabi matahari
benci virus dan bakteri

7 Juni 2020

Ibnu Wahyudi, kelahiran Boyolali, 24 Juni 1958,adalah pengajar tetap di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia. Tahun 1997—2000 ia menjadi pengajar tamu di Hankuk University of Foreign Studies (HUFS), Seoul. Selain mengajar di UI, ia juga menjadi pengajar tamu di Prasetiya Mulya Business School, di Universitas Multimedia Nusantara (UMN), serta di Singapore University of Social Sciences (2011-sekarang).

Pendidikan sarjana dan pascasarjananya ditempuh di Universitas Indonesia dan di Monash University, Melbourne, Australia. Beberapa buku fiksi sudah ia publikasikan, antara lain adalah Masih Bersama Musim (puisi, 2005), Haikuku (puisi, 2009), Ketika Cinta (puisi, 2009), Nama yang Mendera (prosa, 2010), Perjalanan Tubuh (puisi, 2013), Haikuya (puisi, 2013), Sihir Syair (puisi, 2013), Gumam Gurindam (puisi, 2013), Pantun Ramadan (puisi, 2013), Kesetiaan yang Ia Titipkan (prosa, 2013), 100 Hari Puisi (puisi, 2016), Setengah Perjalanan (puisi, 2016), Dari Negeri Ironi (puisi, 2016), Kata Mata (puisi, 2017), Jejak Jarak (puisi, 2017), Dalam Pesona Sijo (puisi, 2017),  Gurindam Kekinian (puisi, 2017), dan Musyafir Syair (puisi, 2017).

Buku-buku sastra atau kajian sastra yang pernah disusun atau disuntingnya antara lain adalah Lembar-lembar Sajak Lama (1982), Pahlawan dan Kucing (1984), Konstelasi Sastra (1990), Erotisme dalam Sastra (1994), Menyoal Sastra Marginal (2004), Toilet Lantai 13 (2008), dan Ode Kebangkitan (2008).

Sejak awal 1980-an sudah menulis di sejumlah media massa cetak seperti Kompas, Media Indonesia, Suara Karya, Pelita, Jurnal Nasional, Jurnal Puisi, Republika, Tempo, dan Suara Merdeka, serta di sejumlah majalah atau jurnal nasional maupun internasional, seperti The Malay World dan International Area Review.

Komentar

Loading...