Puisi-Puisi Covid-19 Herni Fauziah

Puisi-Puisi Covid-19 Herni Fauziah
Herni Fauziah

Gadis Kecil Berkalung Covid-19
Heni F:

Jerit tangis perempuan paruh baya itu tiada berhenti
Orang-orang diam membisu
tegak terpaku
Diantaranya ada yg memegang lengannya
"Jangan peluk"
"Jangan peluk"
"Tidak, dia putriku" pilu

Nafas tersengal satu-satu
Matanya sayu
Tubuhnya lunglai, layu

Suasana haru biru
Menyelimuti waktu
Covid 19 bak peluru
Melesat tak terkendali
Ke arah yang dituju

Aku tertunduk
Subhanallah
Subhanallah terucap dari bibir-bibir kelu
Berserah pada Sang Pemilik Waktu
Innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un

Medan, 26 Maret 2020

Di Persimpangan Sunyi
Heni F:

Jalanan sepi bagai negeri tak bertuan
Rumah pun sunyi bak kuburan
Kepanikan menyemai dimana-mana
Sampai ke tepian malam

Sakwasangka menyasar
Ke segala arah
Tak peduli orang serumah
Bicara hati-hati dan
Mata menelisik penuh curiga

Covid 19 meluluhlantakkan kepercayaan
Tak ada yang berani menyanggah
Bila sudah terdeteksi darah

Semua menjauh
Hanya suara gemuruh
Menunggu daun-daun luruh

Medan, 26 Maret 2020

Herni Fauziah, lahir di Medan 55 tahun silam, ibu kandung berdarah Minang dan Gayo, ayah asal Sumatera Utara. Bermarga Nasution, tapi berbudaya Aceh, karena dibesarkan dan bersekolah sampai perguruan tinggi di Banda Aceh.

Saat ini berdomisili di Medan, ikut suami Imran Pasaribu yang bertugas di Kominfo Propinsi Sumatera Utara. Kegiatan sehari-hari, mengajar di SMK Negeri 8 Medan. Sebagai guru Bahasa & Sastra Indonesia, kegiatan menulis tentu sudah melekat.

Pernah karya-karya di muat di harian Waspada dan Analisa. Dan pernah pula menjadi finalis 5 besar Nasional LMCP Program Reguler dan program Khusus 2005 dan 2006. Salah satu karya "Hujan Belum Akan Reda Berhentilah Menangis," 2006 LMCP Program Khusus.

Baca juga: Puisi-Puisi Covid19 D. Kemalawati

Baca juga: Puisi-Puisi Covid-19 Rita Jassin 

Baca juga: Puisi-Puisi Covid19 Amri M Ali

Baca juga:  Puisi-Puisi Covid-19 Fatin Hamama

Baca juga: Puisi-Puisi Covid-19 Arif W 

Baca juga: Puisi-Puisi Covid-19 Fanny J Poyk

Komentar

Loading...