Puisi-Puisi Covid-19 Fanny J Poyk

Puisi-Puisi Covid-19 Fanny J Poyk
Fanny J Poyk

Hidup
Fanny J Poyk:

Di luar matahari cerah bersinar
Menandakan bumi baik baik saja
Kumandang doa terdengar subuh tadi
doa dari seluruh ucap
Gema dengan lantun penuh harap supaya petaka tak bertahan lama

Hanya itu yang bisa dikumandang
Barangkali Dia akan berkata, "egomu manusia, sekejap sirna dengan mahluk tanpa bayangan."
Kiranya langkah tak memaksa laju sebab waktu bergerak di lintasan cahaya, merenggut jiwa tanpa isyarat

Inilah petikan isyarat makna
sadar bahwa raga cuma sebongkah daging lenyap sekejap tanpa sisa
dan tanya menyesap redup di telinga, di mana langkah menuju kini?

Hidup hanya menunggu waktu, tak perlu berlomba dengan nafas memburu
sebab ada isyarat mengendap diam diam melaju di lintasan bumi bersama roda menderu kataNya,
"Aku akan datang seperti pencuri, berjaga-jagalah!"

FJP/Maret 2020.

Pilu
Fanny J Poyk:

Hari yang pilu merangkak diam
memangkas kejam satu demi satu
sepi memagut pedih, ketika tangis tak kuasa larung di pipi
Corona merangsek kejam

Tak ada kata duka terucap
Tak ada seremonial penuh penghormatan
Tak ada doa menjura ke langit
mayat tertutup bisu bersama erang luka di kejauhan
tangis merebak di pipi
dia yang pergi
dia yang tak kembali
selamanya

Mereka pergi tak meninggalkan jejak menyusuri jalan sunyi di keheningan hari
ketakutan jadi jejak tanpa isyarat
satu demi satu pulang tanpa pesan
tertutup rapat di dalam peti hampa udara, pekat juga gulita

Siapa yang memilih
siapa yang mati tinggal bergantung ditanya, hari ini siapa menghilang dari bumi?
Di mana musuh bersemayam
mengendap tanpa wujud, menerjang tanpa isyarat
asurditas kelam jadi tanya tanpa jawaban

Tuhanku...Tuhanku
air mata ini kering sudah
hanya padaMu aku berseru..

Fanny J. Poyk/Museum Mini, Rumah Tulis dan Baca Gerson Poyk/Maret 2020.

Fanny J Poyk lahir di Bima, Sumbawa 18 November 1960. Puisi pertamanya dimuat di koran Sinar Harapan pada th 1973, dilanjut dengan membuat antologi puisi yang berjudul Gemuruh Rasa dan puluhan antologi gabungan bersama para penyair Indonesia juga luar negeri.

Cerpen-cerpen Fanny sudah dimuat di berbagai suratkabar dan majalah di seluruh Indonesia dan luar negeri. Ia juga menulis puluhan novel, buku-buku motivasi, artikel dan biografi. Pensiunan jurnalis Tabloid Fantasi dan konsultan media di Kemendikbud untuk siswa SMP/SMA ini. sekarang mengelola yayasan, museum mini, rumah tulis dan baca Gerson Poyk ayahnya serta memberikan pelatihan menulis cerita pendek, novel, jurnalistik, artikel ke seluruh Indonesia dan luar negeri.

Fanny juga menjadi juri lomba baca puisi, cerpen untuk umum, mahasiswa dan SMA juga SMP. Ia juga melatih membaca puisi pada siswa-siswa SMA di Jakarta.

Baca juga :Puisi-Puisi Covid19 D. Kemalawati

Baca juga: Puisi-Puisi Covid-19 Fatin Hamama

Baca juga: Puisi-Puisi Covid-19 Arif W 

Baca juga: Puisi Covid19 Amri M Ali 

Baca juga:  Puisi-Puisi Covid-19 Rita Jassin

Komentar

Loading...