Puisi-Puisi Covid-19 Fajrin Agustian

Puisi-Puisi Covid-19 Fajrin Agustian
Fajrin Agustian

SEBUAH RAHASIA
Fajrin Agustian:

Sepucuk surat, masih menjadi rahasia sampai kita selesai membacanya
Sesosok janin, masih menjadi rahasia sampai dia keluar dari rahim Sang Ibunda
Kisah seorang manusia, masih menjadi rahasia sampai ia selesai menjalani takdir demi takdir di setiap episode kehidupan nya

Di setiap kejadian dan peristiwa, ada rahasia dibaliknya, dan menjadi hikmah yang diungkap oleh sang waktu yang merangkak pelan
Hingga tiba masa nya, datang lah wabah itu, yang mengubah secara drastis kehidupan manusia
Jangan kan bersalaman, jarak pun diatur jangan terlalu dekat
1 meter katanya, untuk memutus rantai penularan si virus

Lalu apa rahasia di balik ini semua?
Hikmah apa yang ingin diungkap sang waktu yang merangkak pelan?

-------
Fajrin Agustian
Mencoba menyibak sebuah rahasia
21-03-2020

MATI SEBELUM MATI
Fajrin Agustian:

Aku menemui Kematian sebelum Kematian,
Di Masjid,
Adzan tetap berkumandang,
Tanpa ada sholat berjama'ah

Di sekolah,
Tak ada suara guru dan murid,
Bahkan tubuh mereka pun tiada,

Di Kantor,
Tak ada pegawai yang bekerja,
Semua pekerjaan dibawa pulang ke Rumah,

Di Pasar,
Sepi dari hiruk pikuk pedagang dan pembeli,
Tulang punggung ekonomi pun ambruk,

Di jalanan,
Lengang sekali dari kemacetan yang kerap menghantui,
Lebih sepi daripada ketika Lebaran tiba,

Gusti.....
Aku paham ini semua adalah takdir-Mu,
Lauhul Mahfudz sudah bergurat begitu,

Kalau bukan kepada-Mu,
Kepada siapa hamba berharap,
Agar wabah ini cepat berlalu,

Aku ingin hidup sebelum mati,
Aku ingin hidup sebenar-benarnya hidup,
Aku tidak ingin mati sebelum mati

-----
Fajrin Agustian
Sudah hampir 2 minggu WFH
2 April 2020


BAGAIMANA JIKA KAMU?
Fajrin Agustian:

Pahlawan masa kini, bukan menyandang senapan
Pahlawan masa kini, menyandang APD

Pahlawan masa kini, bukan melawan musuh yang terlihat
Pahlawan masa kini, melawan musuh tak kasat mata

Dan pahlawan itu, sekarang hendak beristirahat
Beristirahat di tempat istrirahat terakhir

Tapi kalian tolak pahlawan itu,
Kalian usir dari kampung kalian

Entah dimana kemanusiaan dalam sekelompok manusia,
Bagaimana jika sosok pahlawan tersebut besok ternyata adalah suami kamu?
Atau istrimu?
Atau anakmu?
Atau orang tuamu?
Atau keluarga besarmu?
Atau bahkan kamu?

-------
Fajrin Agustian
Merindukan kemanusiaan dalam Kasus Almarhumah Nuria Kurniasih
12 April 2020

Fajrin Agustian, ayah 4 orang anak, kerja di DJP, sedang berusaha merintis Komunitas Sastra se-Kanwil DJP Jakarta Timur

Komentar

Loading...