Puisi-Puisi Covid-19 : Eka Budianta

Puisi-Puisi Covid-19 : Eka Budianta
Eka Budianta

BERKAH COVIDOLOGI
Eka Budianta:

Covid-19 membuatmu sadar
Satu kali makan di restoran
Cukup untuk sepekan hidup di desa
Dan bikin kita mengerti
Nelayan, peternak dan petani
Harus tetap bekerja di luar
Agar yang tinggal dalam rumah
Tetap makan sate dan gulai ikan
Minum susu, menikmati nasi
Mengunyah roti gandum yang gurih
Tidak takut lapar dan sedih.

Tuhan memberi kita nafas
Melalui virus corona
Sehingga kamu dan aku
Bersaudara dengan manusia
Di seluruh dunia
Insyaf, meriam dan bom
Taktik perang dan tipu-daya
Bukan kebanggaan, bukan prestasi segala bangsa.

2020

DEBAR-DEBAR KARANTINA
Eka Budianta:

Apakah kita gembira hari ini?
Positif kena virus lebih 1,7 juta
Tekanan Covid-19 tembus 209 negara?
Atau berdebar mengingat seratus tahun silam
Flu Spanyol merenggut 50 juta jiwa?
Apa katamu kalau besok pagi aku mati
Meski sudah karantina mandiri
Mewaspadai wabah corona ini?
Kubayangkan kamu akan menulis pesan singkat:
"Selamat jalan, sahabat."
Lalu dari alam abadi aku membalas
"Terima kasih kepada Allah
Telah diberi pengalaman
Menjadi manusia
Dan mengenyam nikmat dunia
Yang tidak membuat kami peka
Sebelum dijemput virus corona."

2020

Eka Budianta, lahir 1956 di Ngimbang, Jawa Timur. Alumni penulisan kreatif Universitas Iowa, AS 1987. Menulis beberapa buku puisi  seperti "Cerita di Kebun Kopi" (Balai Pustaka, 1981) dan "Langit Pilihan" - kumpulan puisi terbaik versi Badan Bahasa 2012.

Beberapa karyanya muncul dalam terjemahan bahasa Perancis, Mandarin, Jepang, Korea, dan Finlandia.

Baca juga : Puisi-Puisi Covid19 D. Kemalawati 

Baca juga : Surat-surat Sastra Covid-19: Bill Gates

iklan flayer Gub3

Komentar

Loading...