Puisi-Puisi Covid-19 Devie Matahari

Puisi-Puisi Covid-19 Devie Matahari
Devie Matahari

Sajak Empat Belas Hari
Devie Matahari:

aku memasak kata kata
dalam wajan dengan gagang hanya sebelah saja
merebus airmata
bagi pahlawan covid yang telah tiada

aku menyaksikan seorang manusia
pongah tak peka pada sesama
menertawakan duka penuh luka
dengan jumawa

aku mendengar percakapan
perempuan paruh baya disimpang jalan
mulai lusa mereka tak lagi bekerja
menunggu kepastian dari rumah saja

aku melihat anak anak belajar
sibuk memainkan gawai juga komputer
menulis soal soal pelajaran aritmatika
dimeja mata berkaca kaca

aku membaca pesan berantai
disetiap sosial media
saling sindir
dalam duka yang menganga

jalanan sepi
jendela sunyi
pintu pintu doa terkunci.

Bojong Nangka, 28 Maret 2020

Duka Corona
Devie Matahari:

ketika keranda
berjalan untuk dirinya sendiri
isak tangis mengiringi
dari bilik kaca lapis tiga

suara sirene meraung
melodi yang menakutkan
doa tercekat dikerongkongan

Tuhan,
Ampuni kami,
Ampunilah!

Bojong Nangka, 28 Maret 2020

Devie Matahari, Seniwati berdarah batak dan minang ini lahir di Jakarta, menyukai seni baca puisi,teater, juga menyanyi sejak masih di kelas 4 SD.

Juara Baca Puisi HB Jassin tingkat Nasional th 1996. Bersama Deavies Sanggar Matahari berkeliling Indonesia untuk memasyarakatkan musikalisasi puisi dan menjadi wakil Indonesia dalam Pengucapan Puisi Dunia di Kuala Lumpur tahun 2002 yang diikuti 22 negara.

Puisi-puisinya dimuat dalam sejumlah antologi bersama.

Baca juga: Puisi-Puisi Covid19 D. Kemalawati

Baca juga: Puisi-Puisi Covid-19 Fatin Hamama

Baca juga: Puisi-Puisi Covid-19 Fanny J Poyk

Baca juga: Puisi-Puisi Covid-19 Mezra E. Pellondou

Komentar

Loading...