Puisi-Puisi Covid-19 Arif W

Puisi-Puisi Covid-19 Arif W
Penyair Arif W

NYANYIAN 19 COVID
oleh : Arif W

Tidakkah kau lihat?
Grafik itu kian meninggi
Dalam jeda waktu berbilang hari
Kian menaik lampaui deret hitung

Angka-angka itu tidaklah bisu, kawan,
Dia menyimpan tangis
Menyimpan kepiluan
Jejak kedunguan
Keterlambatan penanganan
Menjadikan putra terbaik bangsa gugur sia-sia

Kita jadi bahan tertawaan
Dicaci dunia
Seakan bencana ini sekadar lelucon di siang bolong
Di tengah riuh ratapan para pemilik wajah cemas

Paranoid...!
Pecundang... !!
Teriakmu menggema
Meruntuhkan langit yang dirundung gulitanya mega
Angkasa menangis
Bumi hijau menggigil di sela bersin dan batuk kering
Demam melanda
Tenggorokan tercekat
Nafas kian sesak
Detak nadi terhenti
Bumi mati

Saat mulut saling caci bersahutan tak henti
Telunjuk-telunjung menuding berebut saling tuduh
Kepongahan yang selalu berulang
Tak sadar kala lengan terangkat
Satu jari teracung ke seberang, empat mengarah ke ulu hati.

Jogja, 24 Maret 2020

Himne Kesaksian

Wahai, sekiranya jauh
Bilakah dikau mendekat?

Wahai, sekiranya dikau di ketinggian langit
Sudikah turun?

Wahai, sekiranya dikau dalam belenggu kesulitan nan sangat
Bilakah kemudahan itu hadir

Wahai, sekiranya berlumur jelaga nan haram
Bilakah telaga itu menyucikannya?

Wahai, berhimpunlah yang sedikit
Hingga tertunai kecukupan.

Arif Wibawa, penyair kelahiran Cilacap Jawa Tengah, saat ini ia tinggal di Gunung Kidul Yogyakarta. "Sekedar Interupsi" adalah buku kumpulan puisi Arif yang baru terbit. Puisi-puisi Arif juga terbit dalam antologi bersama.

Baca juga : Puisi-Puisi Covid19 D. Kemalawati

Baca juga:  Puisi-Puisi Covid-19 Rita Jassin 

Baca juga: Puisi Covid19 Amri M Ali 

Baca juga: Puisi-Puisi Covid-19 Fanny J Poyk 

Baca juga: Surat-surat Sastra Covid-19: Bill Gates

Baca juga: Puisi-Puisi Covid-19 Fatin Hamama

Komentar

Loading...