Puisi-Puisi Chepy Kurniawan

Puisi-Puisi Chepy Kurniawan
Chepy Kurniawan

Ujung Pemberhentian
Chepy Kurniawan:

Pada detak detik di sepertiga malam
Kau menyimpan rasa
pada segenggam hati yang jenaka
Rasa yang kau simpan salah menyimpul makna
Atas prasangka-prasangka
Tanpa tegur
Tanpa tanya
Kau mengakhiri

Segenap hati yang kau tinggal pamit
Menyimpan derai-derai keangkuhan
Atas sejalin kasih
Bertanya tanpa bersuara
Meminta tanpa memelas

Di ujung pemberhentian
Terkumpul banyak cerita
Jika terpaksa untuk terhenti
Kasih, kali ini sudah saatnya berbenah
Sampaikanlah doa
Lewat diam dalam malam
Selamat tinggal
Semoga bahagia.

Pekanbaru, 3 Agustus 2020


Mereda atau Melampiaskan
Chepy Kurniawan:

Wanita itu menjerit
Inginkan dirinya terlepas
Lari dari durhakaya bhama

Wanita itu ingin berada di jalan lurus
Tapi melalui jalan yang lika-liku
Ia meronta mengaumkan ajun
Ia sembunyikan hasrat dengan cara seakan melepasnya

Wanita memanggil bulan
Untuk menutupi gelap di dirinya
Bulan tak bercahaya
Tak mau mengajun

Sedang aku lelaki cuma membancang
Bingung dengannya
Bhama yang menjalar
Belum tertuntaskan

Aku melawan rasaku sendiri
Berjibaku di kampa jantung yang terpekik-pekik
Oleh kata yang menyiksa dada
Kata yang hadir di pikiran
Membuat aku terdiam
Berpikir berkali-kali

Pekanbaru, 13 Mei 2020


Kenangan Layu
Chepy Kurniawan:

O hujan
Air langit yang turun membasah
Pada dasar-dasar tanah
Angin juga bersama
Adanya tak terasa
Merampas kehangatan
Menuai kedinginan.

Jalanan membasah tergenang
Mengikis debu jalanan
Jadilah sepi tercipta
Matanya mulai sayu
Dan badan mulai kaku
Di tikam rindu sendiri
Semua mendayu
Semua melayu

Pekanbaru, Oktober 2018

Chepy Kurniawan, seorang anak yang diberikan nama dari kedua orang tuanya. Pertama kali berada di bumi pada tanggal 15 Januari 2001 dan sampai saat ini alhamdulillah masih di bumi. Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Jurusan Sastra Indonesia Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat.

Komentar

Loading...