Puisi-Puisi Ardhi Ridwansyah

Puisi-Puisi Ardhi Ridwansyah
Ardhi Ridwansyah

KATASTROFE
Ardhi Ridwansyah:

Ibu dan anak menjerit,
Tangis air mata keruh,
Meluap ke segala tubuh;
Orang-orang lantas mengeluh.

Sampah tergenang,
Aroma mengetuk setiap hidung rapuh,
Jalan berselimut genang air.
Bersama derai derita ia mengalir.

Jakarta, 2020

HIKAYAT RINDU
Ardhi Ridwansyah:

Gelimang rindu,
Jatuh di atas secarik kertas,
Yang melambai dibelai angin,
Menyapu aksara dengan embus kisah,
Tuai rasa di dada yang sesak romansa.

Matamu gerakkan tinta,
Menari-nari sambut hari dengan tawa,
Dan kata menggeliat jadi kalimat,
Menuntun raga menata hikayat.

Jakarta, 2020


SERUPA BARA API
Ardhi Ridwansyah:

Bagai bara api yang mati,
Selepas isapan terakhir,
Ia terbang bersama asap,
Terombang-ambing angin gigil.

Dengar galak klakson,
Saling mencaci,
Rupa itu lari dan tak kembali.
Sedang jiwa lekas melangkah,
Ketuk pintu hati yang lain.

Jakarta, 2020


PESIMIS
Ardhi Ridwansyah:

Dompet menjerit,
Lapar dan lapar menerkam perutnya,
Panik sesaki dada,
Resah duduk sembari menangis;

Menerawang hari esok tatkala,
Harapan sekadar bungkus nasi uduk,
Yang tewas di tong sampah.

Jakarta, 2020


KUPU-KUPU TEPI JALAN
Ardhi Ridwansyah:

Kupu-kupu terbang,
Hilir mudik di tepi jalan,
Di legamnya cakrawala merajut harapan.
Meneror jiwa dengan liar tatapan.

Tebar senyum berdebar,
Bibir merah lentik coba merayu.
Gelombang rambut berdendang,
Serirama pinggul bergoyang.

Tawarkan kisah pada satu purnama,
Janjikan cinta hanya sementara.

Jakarta, 2020


Ardhi Ridwansyah kelahiran Jakarta, 4 Juli 1998. Tulisan esainya dimuat di islami.co. terminalmojok.co, tatkala.co, nyimpang.com, dan nusantaranews.co. Puisinya “Memoar dari Takisung” dimuat di buku antologi puisi “Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival 2019”. Puisinya juga dimuat di media seperti kawaca.com, catatanpringadi.com, apajake.id, mbludus.com, kamianakpantai.com, literasikalbar, ruangtelisik, Majalah Kuntum, Radar Cirebon, dan Harian Bhirawa. Penulis buku antologi puisi tunggal Lelaki yang Bersetubuh dengan Malam. Salah satu penyair terpilih dalam “Sayembara Manuskrip Puisi: Siapakah

Komentar

Loading...