Puisi Nia Samsihono & D Kemalawati

Puisi Nia Samsihono & D Kemalawati
Nia Samsihono & D Kemalawati (kiri)

RINDU KEMALA
Nia Samsihono:

Rindu itu telah kusimpan bertahun lamanya
Ia mengetuk dinding kalbu berulang-ulang
Ingat kita saat senja menatapi luas lautan
Tak hiraukan angin mengibarkan selendang

Rindu itu telah terenda menjadi rajutan
Akan kita pakai saat kita menikmati secangkir kopi
Aku sedikit kopi tercampur susu dengan uap menguar
Lalu ceritamu mengalir dari hulu ke hilir

Rindu itu Kemala
Telah mencabik-cabik tubuhku
Menjadi serpihan putih mencipta pelangi
Biru lazuardi memayungi kenangan kita

Jakarta, 22 Agustus 2021
Bersama Kemala di Nangroe Aceh

SUATU SAAT NANTI MBAK NIA SAMSIHONO
D. Kemalawati:

Suatu saat nanti
Rindu yang mengental
Mempertemukan kita di dermaga
Laut yang serupa riak kaca
Memantulkan seluruh asa
Kita tak hanya mematung 
Seperti tiang palka
Kitalah cahaya senja
Di saat langit menuliskan
Dahaga

Rindu itu mbak Nia
Benar telah menjadi rajutan
Seperti serpihan putih di antara warna pelangi
Dan aku masih menikmati gerimis
Dalam perjalanan pulang
Ke rumah sunyi

Rindu ini mbak Nia
Tak kan kuhalang sepanjang ingatan
Sejauh pandang ujung lautan
Bukan sekedar bayang-bayang

Aceh, 22 Agustus 2021

Puisi spontanitas dua penyair nasional Nia Samsihono & D Kemalawati ini, lahir terinspirasi foto di atas ketika mereka di Grand Nanggroe Hotel Banda Aceh.  

Komentar

Loading...