Puisi Kemalawati : COVID 19

Puisi Kemalawati : COVID 19
Penyair D Kemalawati

Covid 19
D. Kemalawati:

Covid 19 adalah badai
Adalah bencana yang terurai
Ia tidak mengintai
Tidak juga menilai negara miskin atau kaya
Pejabat di menara gading atau rakyat jelata yang papa
Ia badai tak bermata, tak bersuara, tak memberi tanda-tanda
Tapi menyerang imun jiwa siapa saja
Yang seperti karang di tengah samudera
Seperti pohonan purba
Mengakar ke dalam sukma

Ia lah corona
Badai yang tak mengenal cuaca
Menyerang semesta raya
Seperti sifat asal mulanya
Hanya sementara
Tetapi daun luruh telah merata di setiap negeri
Ranting patah merintih nyeri
Pohon-pohon tumbang menutup bumi
Ia badai yang maha ngeri
Maut yang menari-nari

Ia lah virus 19
Badai bencana yang tak menetap lama
Matahari akan menghalaunya
Bulan akan datang dengan sinar lembutnya
Bunga-bunga akan bermekaran bersama embun di setiap taman
Yang luruh dan tumbang kembali
Kepada Tuhan
Kepada Pemilik semesta tuan

Banda Aceh, 20 Maret 2020.

D Kemalawati, lahir di Aceh pada 2 April 1965, sarjana pendidikan Matematika Universitas Syiah Kuala Aceh.

Sejumlah penghargaan sastra diterima D Kemalawati seperti, penghargaan Sastra Bagi Guru dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian  Pendidikan dan Kebudayaan  RI pada tahun 2011. Sebelumnya pada tahun 2007 mendapat Anugerah Sastra dari Pemerintah Aceh dan penghargaan budaya dari Kota Banda Aceh serta Anugerah Budaya Syah Alam dari Pemerintah Aceh pada pada PKA ke-7 tahun 2018.

Puisi Esainya berjudul Setelah Salju Berguguran di Helsinki dalam proses pembuatan film layar lebar.  Dan di tahun 2019 ini, D Kemalawati meraih dua juara lomba menulis puisi tingkat ASEAN, masing-masing pemenang Lomba Menulis Puisi Esai dan pemenang utama Lomba Menulis Puisi Islam Mahrajan di Kinabalu, Malaysia.

Baca juga:Puisi Kemalawati: Lockdown Covid 19

Komentar

Loading...