Puisi D Kemalawati: Burung-Burung Hati

Puisi D Kemalawati: Burung-Burung Hati
D Kemalawati

Burung-Burung Hati
D Kemalawati:

Aku tak pernah melihat burung-burung menua
Tak tahu sayap dan bulunya 
ubannya dimana
Tak juga kusimak berapa ukiran keriput di paruhnya
Aku hanya tahu burung itu terbang di udara
Mengepak sayapnya perkasa
Aku juga tak pernah melihat
Burung-burung sakit terkulai
Di sarangnya
Meski pernah kudengar flu burung
Tapi tak pernah melihat bangkainya
Adakah ia juga terpapar corona
Lalu ia isolasi ke rimba-rimba sunyi
Divaksin matahari pagi hingga terbang ke kota-kota hinggap di bubungan atau di dahan-dahan cemara

Aku tak pernah melihat burung-burung tua
Tak bisa membedakan kicauan rentanya
Tidak juga kutahu kisut kulitnya
Burung-burung dengan mata teduh itu
Yang suaranya semerdu air mengalir
Terbang kemana saja 
Hinggap dimana saja
Di pucuk dahan menari
Dijilat ombak meninggi
Entah muda entah tua
Tak pernah tahu usianya

Burung-burung yang berumah semesta
Berpagar langit tinggi   
bergerombolan di lengkung pelangi
Tak mengenal nisan saudaranya
Tak juga tahu
Di belahan bumi mana akhir hidupnya
Terbang terbanglah tinggi burung-burung hati
Tak ada renta kecuali mati.

Banda Aceh, 17 September 2021

D Kemalawati, lahir dan besar di Aceh Barat Provinsi Aceh. Menari dan bermain teater sudah dilakoni sejak kecil termasuk menulis puisi. Saat kuliah di Banda Aceh mulai aktif mempublikasi karya baik puisi maupun cerpen di media kampus dan lokal. Sarjana pendidikan matematika yang akhirnya beralih profesi dari guru ke struktural di Pemerintah Aceh ini pernah beberapa kali menerima penghargaan di bidang sastra dan kebudayaan. Penyair Indonesia ini telah menerbitkan tiga antologi puisi tunggal dan bergabung dibanyak antologi puisi bersama dalam dan luar negeri.[]

Komentar

Loading...