Program KUBE Aceh Jaya Gagal, Koordinator Diminta Bertanggungjawab

Program KUBE Aceh Jaya Gagal, Koordinator Diminta Bertanggungjawab
Nasri Saputra saat melihat langsung kondisi kandang ayam potong, Program KUBE PKH Kemensos RI 2018 di area bekas lahan Transmigrasi Desa Weu Gajah Kecamatan Teunom Kabupaten Aceh Jaya, Selasa, 28 Januari 2020. Foto/Ist

CAKRADUNIA.CO, Calang - Pemuda Aceh Jaya Nasri Saputra minta Koordinator Kabupaten dan Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Aceh Jaya untuk bertanggungjawab atas gagalnya program Kelompok Bersama (KUBE) Tahun 2018.

Nasri sangat mensesalkan atas gagalnya program tersebut di Aceh Jaya, bahkan ianya mengsinyalir adanya permainan tidak sehat dari oknum tertentu, yang mengakibatkan program Kemensos RI yang bertujuan untuk mendongkrak pendapatan keluarga miskin (anggota PKH ) di Aceh Jaya hampir bisa dikatakan gagal total.

"Sangat kita sesalkan, apalagi setelah menerima laporan, kita melihat langsung kelapangan dan bertemu dengan anggota PKH. Kita mencium  terindikasi permainan tidak sehat oleh oknum tertentu, sehingga mengakibatkan program ini gagal. Ini kita lakukan sebagai bentuk kontrol sosial berdasarkan laporan masyarakat," ungkap Sekretaris DPW PDA Aceh Jaya itu, Selasa (28/1/2020).

Menurut informasi yang diterima Nasri, katanya program KUBE Kemensos RI tahun 2018 di Aceh Jaya semuanya ada 50 kelompok, yang terdiri dari kelompok budidaya ayam potong, budidaya tanaman jagung, budidaya ternak kambing dan lainnya.

Masing - masing kelompok mendapatkan plot anggaran sebesar Rp 20 juta yang bersumber dari Kemensos RI Tahun anggaran 2018. Nasri mencontohkan di Kecamatan Pasie Raya, misalnya ada 10 kelompok yang terdiri dari 6 kelompok budidaya ayam potong dan 4 kelompok budidaya tanaman jagung.

Kelompok budidaya ayam potong ini bisa dikatakan gagal total, disebabkan kandang yang dibangun dilokasi lahan bekas area Transmigrasi Desa Wue Gajah tidak rampung dikerjakan. Anehnya pengakuan salah seorang anggota PKH mereka tidak pernah dilibatkan dalam hal pembangunan tersebut.

"Ini terkesan aneh, mengapa anggota kelompok tidak dilibatkan. Harusnya hal itu dilakukan atas kesepakatan bersama, apalagi lokasi pembangunan kandang ayam yang jauh dari lokasi permukiman penduduk," cetus Nasri.

Kandang ayam potong di area bekas lahan Transmigrasi Desa Weu Gajah Kecamatan Teunom Kabupaten Aceh Jaya. Ist

Dari temuan itu, Nasri minta aparat hukum untuk menggali informasi, mengungkap, dan mengusut tuntas atas gagalnya program Kemensos RI ini. Nasri juga mengaku dalam waktu dekat akan melakukan koordinasi dan konfirmasi kepada Dinas Sosial Kabupaten Aceh Jaya untuk mempertanyakan terkait gagalnya program tersebut.

"Bila perlu nantinya, akan kita mintai juga sejumlah data yang diperlukan untuk kita laporkan kepihak aparat hukum guna mengadvokasi anggota PKH yang tidak memperoleh haknya sebagaimana mestinya," tutup pria yang akrap disapa Poen Che'k itu serius. (df)

Komentar

Loading...