Presiden Trump Terancam Dikeluarkan dari Komunitas Aktor dan TV AS

Presiden Trump Terancam Dikeluarkan dari Komunitas Aktor dan TV AS
Donald Trump terancam bakal didepak dari serikat aktor dan insan pertelevisian juga radio Amerika Serikat alias SAG-AFTRA. (AFP/BRENDAN SMIALOWSKI)

CAKRADUNIA.CO – Presiden Donald Trump terancam bakal didepak dari serikat aktor dan insan pertelevisian juga radio Amerika Serikat alias SAG-AFTRA akibat ulahnya semasa menjadi presiden Amerika Serikat.

Deadline mengabarkan Dewan Direktur serikat aktor terbesar di Amerika Serikat tersebut bertemu pada Selasa (19/1) pagi dalam sesi khusus soal pembahasan sanksi indisipliner atas Trump yang bisa berujung pada pendepakan namanya.

Selain pernah menjadi bintang televisi acara The Apprentice, Donald Trump diketahui telah bergabung dengan lembaga tersebut sejak 1989.

Artikel XIV AD/ART SAG-AFTRA menyatakan bahwa anggota bisa ditangguhkan atau dikeluarkan karena "terlibat dalam tindakan yang bertentangan dengan kepentingan atau integritas organisasi".

Pemecatan membutuhkan persetujuan dua per tiga dari anggota nasional, namun pertemuan pada Selasa (19/1) disebut Deadline hanyalah permulaan dari proses tersebut.

Proses pemecatan atau pengusiran Donald Trump sendiri bisa memakan waktu berminggu-minggu dan termasuk sesi sidang atas tudingan terhadap dirinya.

Deadline menyebut pihak Screen Actors Guild - American Federation of Television and Radio Artists (SAG-AFTRA) menolak berkomentar atas kabar ini.

SAG-AFTRA yang merupakan lembaga non-partisan dan tidak mendukung politik manapun, pernah mengkritik Trump kala presiden ke-45 AS itu menyebut media sebagai "musuh bagi masyarakat Amerika". Sementara, SAG-AFTRA juga menaungi ribuan jurnalis televisi.

Momen puncak kegerahan bagi banyak anggota SAG-AFTRA atas sikap Trump adalah insiden penyerbuan Capitol Hill pada 6 Januari lalu.

Kala itu, Trump mendesak kerumunan pendukung yang emosi untuk berbaris di depan Capitol Hill dan meminta mereka "berjuang sekuat tenaga. Dan bila tidak, kalian tidak akan memiliki negara lagi".

Aksi Trump tersebut kemudian membuahkan pemakzulan oleh DPR AS untuk kedua kalinya, menuding ia telah "dengan sengaja membuat pernyataan yang, dalam konteks, mendorong - dan kemungkinan besar akan menghasilkan - tindakan melanggar hukum di Capitol."

Usai insiden tersebut, pihak SAG-AFTRA pun mengeluarkan pernyataan simpati sekaligus mengutuk aksi itu.

"Para perusuh, yang berani dan didorong oleh presiden yang sedang duduk dan pendukungnya yang telah menjajakan teori konspirasi tak berdasar, menyerbu Capitol AS dalam upaya untuk menumbangkan demokrasi," tulis pernyataan SAG-AFTRA, dikutip dari Deadline.

"Sebagai serikat dan organisasi demokratis, kami dikejutkan oleh serangan terhadap nilai-nilai yang kami pegang paling suci ini. Pemandangan memalukan yang muncul dari ibu kota negara telah merusak institusi Amerika dan posisinya di dunia." lanjutnya.

(cnni)

Komentar

Loading...