Petani Korban PT Medco Mengadu ke DPRK Aceh Timur

Petani Korban PT Medco Mengadu ke DPRK Aceh Timur
Armia (putih) bersama petani korban yang berada diseputaran lingkar tambang PT Medco E&P Malaka saat mengadu ke DPRK Aceh Timur terkait permasalahan yang mereka alami. Foto/cakradunia.co/Rachman

CAKRADUNIA.CO, Idi Rayeuk- Petani korban pembangunan jalan right of way (ROW) atau jalan pipa gas milik PT Medco E & P Malaka mendatangi DPRK Kabupaten Aceh Timur untuk mengadu kerugian mereka yang tak digubris oleh perusahaan minyak tersebut, Selasa (16/2/2021).

Puluhan hektare lahan petani yang berada dilokasi tersebut terbengkalai dan tidak bisa digarap akibat dampak dari pembangunan jalan tersebut, sehingga para petani mengalami kerugian karena hilang pekerjaan untuk menghidupi keluarga mereka.

"Kami mendatangi DPRK Aceh Timur untuk mengadu dan mencari solusi atas lahan kami yang tidak bisa lagi dimanfaatkan akibat pembangunan jalan pipa Medco," ujar Armia, salah seorang perwakilan petani lingkar PT Medco.

Petani berharap, tambah Armia, DPRK turun ke lokasi untuk melihat langsung lahan warga  yang menjadi korban selama ini, sehingga ada solusi dalam pertemuan ini.

Mantan Panglima Sagoe Putroe Ijoe Indra Makmu, Aswed ikut hadir ke DPRK Aceh Timur.Foto/cakradunia.co/Rachman

Kedatangan belasan petani asal kecamatan Indra Makmur, Kabupaten Aceh Timur itu disambut baik oleh M Nur, Wakil Ketua 1 dan Muhammad Adam, Wakil Ketua II dan sejumlah anggota DPRK Aceh Timur 

Dalam pembahasan, pihak DPRK Aceh Timur berjanji akan turun meninjau dan melihat langsung ke lokasi apa yang dialami oleh para petani tersebut.

"Hari ini, kita sudah mendengar apa yang disampaikan para petani, namun kita harus turun langsung ke lokasi agar bisa melihat dan mengambil kesimpulan apakah itu ulah PT Medco atau bukan," jelas Muhammad Adam, S.Sos Wakil Ketua 2 DPRK Aceh Timur ketika pimpinan rapat.

Kapan jadwal turun ke lokasi, Muhammad Adam berjanji akan dijadwalkan dulu kapan ada senggang waktu, kebetulan saat ini jadwal kegiatan anggota dewan cukup padat.

“Kita juga akan menyurati pihak Muspika kecamatan agar bisa sama-sama turun kelokasi." pungkasnya.

Wakil Ketua 1 DPRK Aceh Timur, M. Nur (kiri kedua) Wakil Ketua 2 Muhammad Adam, S. Sos, (kanan kedua) Ketua Komisi 1 DPRK Aceh Timur, Fatah Fiktri, (kiri) dan Anggota DPRK Aceh Timur Tgk. Mudawali. Foto/cakradunia.co/Rachman

Dalam pertemuan  tersebut dihadiri petani di lingkar PT Medco, mantan Panglima Sagoe Putro Ijo Indra Makmur, Aswed, juru bicara mantan kombatan Sagoe Kuta Awee Dük Julok, Hedon atau Nekdon, Penanggung Jawab Ketua Eksekutif Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EK-LMND) Aceh Timur, Zulkifli.

Selain Wakil Ketua 1 DPRK Aceh Timur, M. Nur, Wakil Ketua 2 DPRK Aceh Timur, Muhammad Adam, S. Sos juga ada Ketua Komisi 1 DPRK Aceh Timur, Fatah Fiktri, dan Sejumlah Anggota DPRK Aceh Timur, Firdaus dari Fraksi Demokrat, Tgk. Mudawali dari Fraksi PA/PPP, Hamdani Agani Fraksi Gerindra, Geucihik Biro dari PNA, Ibrahim atau Panglima Odon dari Fraksi PA, serta anggota DPRK Aceh Timur lainnya dan sejumlah wartawan yang bertugas di Kabupaten Aceh Timur. 

Rachman 

Komentar

Loading...