Breaking News

Perbuatan yang Diridai Allah

Perbuatan yang Diridai Allah
Ilustrasi.net

"SESUNGGUHNYA Allah meridai dari kalian terhadap tiga perkara, kalian beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukan-Nya, kalian berpegang teguh kepada agama Allah dan tidak berpecah belah, dan kalian memberikan nasehat kepada para pemimpin kalian." (H.R. Muslim)

Dari hadis tersebut, terdapat tiga perbuatan yang diridai Allah. Pertama beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukan-Nya. Ibadah merupakan kewajiban manusia kepada Allah Swt dan merupakan bentuk ketundukan seorang hamba kepada Allah Swt.

Kita harus benar-benar meyakini, ibadah yang kita lakukan bukanlah untuk kepentingan Allah, tetapi untuk kebaikan manusia itu sendiri. Allah tak membutuhkan ibadah kita. Ketaatan kita kepada-Nya tak akan menambah keagungan-Nya. Demikian pula, kemaksiatan kita kepada-Nya, tak akan mengurangi keagungan-Nya.

"Jika kamu berbuat baik, berarti kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri, dan jika kamu berbuat jahat, maka kejahatan itu bagi dirimu sendiri." (Q.S. Al-Isra : 17).

Terdapat tiga syarat utama agar ibadah kita diterima Allah, yakni ibadah yang kita laksanakan harus sesuai dengan syariat, dilakukan dengan sungguh-sungguh, dan dilaksanakan dengan penuh keikhlasan karena Allah semata. Jika salah satunya tidak terpenuhi, maka ibadah kita akan ditolak Allah Swt.

Kedua, berpegang teguh kepada agama Allah. Makna berpegang teguh kepada agama Allah adalah, dengan melaksanakan segala perintah Allah semaksimal mungkin, sesuai dengan kemampuan kita, sembari berupaya keras menjauhi segala kemaksiatan kepada-Nya.

"Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah." (Q. S. At-Taghabun : 16).

Suatu kenikmatan dan keuntungan besar manakala kita mampu berpegang teguh kepada agama Allah. Namun hal tersebut bukanlah hal yang mudah, diperlukan perjuangan ekstra keras terlebih pada zaman seperti sekarang ini, ketika kemaksiatan dan godaan menghampiri kita setiap saat. Oleh karena itu, tidak ada jalan lain selain kita memohon kepada Allah agar diberi kekuatan dan keteguhan hati untuk tetap berpegang teguh kepada agama Allah.

“Ya  Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau, karena sesungguhnya, Engkau-lah Maha pemberi (karunia)." (Q.S. Ali Imran : 8).

Ketiga memberikan nasihat kepada para pemimpin kalian. Al-Khattabi berpendapat, makna dari memberikan nasihat kepada para pemimpin adalah membantu mereka kepada ketaatan, menaati mereka dalam kebenaran, mencegah dan mengingatkan mereka dengan lemah lembut, memberitahukan kebenaran yang mereka lupakan, dan mengingatkan mereka agar memberikan hak-hak rakyat yang belum mereka penuhi. 

Selain itu, kita tidak boleh menipu kepada para pemimpin kita. Salah satu perbuatan yang tergolong menipu kepada para pemimpin adalah, memberikan pujian yang penuh dengan kedustaan atau tidak sesuai dengan keadaan para pemimpin kita yang sebenarnya. 

Dalam hadis lain dikatakan, mengingatkan para pemimpin agar kembali ke jalan yang benar manakala mereka berbuat zalim merupakan perbuatan yang setara dengan jihad fisabilillah. "Jihad yang paling utama ialah mengatakan kebenaran di hadapan penguasa yang zalim." (H.R. Abu Daud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah). Wallahu alam.

 

Penulis, Pemerhati dan Praktisi Pendidikan Agama Islam. Tinggal di Kampung Pasar Tengah Cisurupan Garut.

Iklan Duka Cita Ibunda Bupati Nagan Raya

Komentar

Loading...