iklan bener Duka Cita Gub - Bambang

Pengendara yang Banting Sepeda Motor Ditetapkan Tersangka

Pengendara yang Banting Sepeda Motor Ditetapkan Tersangka
Adi Saputra, pengendara yang banting motor saat Konferensi Pers di Mapolres Tangerang Selatan, Jumat (8/2/2019).Photo: Merdeka.com

Pengendara yang Banting Sepeda Motor Ditetapkan Tersangka

CAKRADUNIA.CO, Jakarta - Adi Saputra (20), pengendara sepeda motor yang mengamuk lantaran tidak terima motor miliknya ditilang akhirnya ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian. Dia dijerat pasal pemalsuan dokumen, penggelapan dan penadah.

"Atas kejadian itu, Satreskrim melakukan penyelidikan, kita cek berdasarkan pelat nomor di samsat, ternyata tidak sesuai peruntukannya," kata Kapolres Tangsel AKBP Ferdy Irawan, Jumat (8/2/2019).

Karena ketidaksesuaian data Samsat itu, kata Ferdy melakukan penelusuran dan mengetahui bahwa motor tersebut adalah milik Nur Iksan, yang sebelumnya digadaikan kepada seseorang berinisial D.

"Waktu itu digadaikan si pemilik seharga Rp 6 juta kepada D, dengan perjanjian satu juta perbulan dan ketika mampu diambil. Saudara D tidak bisa dihubungi dan didapati sepeda motor itu dibawa Adi Saputra," katanya.

Atas informasi Nur Iksan lanjut Ferdy polisi kemudian mengamankan Adi Saputra, dan menjerat yang bersangkutan dengan beberapa pasal yang disangkakan.

"Adi Saputra kami telah tetapkan sebagai tersangka, tadi malam kami amankan di rumah kontrakannya di Rawa Mekar, Serpong. Ada beberapa pasal yang kami sangkakan," tuturnya.

Adi dijerat dengan pasal 263 pidana tentang Pemalsuan Dokumen, Pasal 372 tentang Penggelapan, pasal 378 tentang Penipuan karena sepeda motor itu didapat dengan cara tidak benar.

Lalu pasal 480 tentang Penadah barang hasil dari kejahatan. "Pasal 233 KUHP karena tersangka merusak barang yang digunakan untuk pembuktian sesuatu di depan petugas umum."

"Pasal 406 KUHPidana tentang Perusakan sepeda motor. Yang pasti Nur Ikhsan keberatan karena sepeda motornya dirusak," tandasnya.

Kepada polisi Adi beralasan nekat melakukan perusakan karena sedih dan marah motor tersebut dibeli dengan susah payah.

"Keterangan sementara yang bersangkutan untuk beli sepeda motor mengumpulkan uang cukup lama, jadi perasaan marah dan sedih sehingga melakukan itu," kata AKBP Ferdy Irawan.

Seperti diberitakan Adi Saputro yang bekerja sebagai penjual kopi di Pasar Modern, BSD, menghancurkan motor yang dikemudikannya karena tidak terima ditilang polisi.

Peristiwa terjadi Kamis (7/2/2019) sekitar pukul 06.30 WIB saat Adi melintas di Jalan Letjen Soetopo, kawasan BSD, Serpong, Tangsel.

Saat itu seorang anggota Satlantas Polres Tangsel Bripka Oky menghentikan motor Honda Scoopy yang ditumpangi Adi.

Merdeka.com

Komentar

Loading...