Pengacara YARA Kembali Dilaporkan ke Polres Aceh Barat Daya

Pengacara YARA Kembali Dilaporkan ke Polres Aceh Barat Daya
Aminah Adil didampingi pengacanya Zulkifli dan Rahmat memperlihatkan surat pengaduan kepada Polres Abdya, Senin (27/7/20). Ist

CAKRADUNIA.CO, Blangpidie – Setelah Zulkifli melaporkan Miswar dan Erisman keduanya pengacara YARA Abdya diduga memalsukan tandatangannya, 21 Juli lalu, Kini giliran Aminah Adil (78) melaporkan mereka ke Polres Aceh Barat Daya, Senin (27/7)

Menurut Aminah  Adil, dia telah memberikan kuasa kepada Miswar, S.H.,  Erisman, S.H., Riski Dermawan, S.H. dan Zulkifli, S.H sesuai surat Kuasa Khusus tertanggal 28 Mei 2017 atas perkara perdata miliknya.

Surat kuasa tersebut, katanya, benar diperuntukkan untuk memasukkan Gugatan atas nama Aminah Adil tertanggal register 30 Mei 2017 dengan Perkara Nomor : 5/Pdt.G/2017/PN. Ttn. Lalu gugatan tersebut di cabut.

Kemudian, mereka memasukkan lagi Gugatan baru tanggal 13 Juli 2017 dengan perkara Nomor : 6/Pdt.G/2017.PN. Ttn (yang berita sebelumnya pemalsuan tanda tangan a.n Zulkifli, S.H. didalam Kontra memori Banding tertanggal 15 Maret 2018).

“Berdasarkan berkas perkara yang sudah kami dapatkan dari PN Tapaktuan pada tanggal 16 Juli 2020, ternyata tidak hanya saya (Zulkifli, S.H) yang dipalsukan tanda tangan, tetapi juga tanda tangan ibu Aminah Adil selaku pemberi kuasa,”kata Zulkifli yang kini menjadi penasehat hukum Aminah.

Dimana, tambahnya,  pemalsuan tanda tangan terhadapnya dalam surat kuasa khusus tertanggal 10 Desember 2018 untuk permohonan eksekusi terhadap Putusan Pengadilan Negeri Tapaktuan perkara Nomor : 6/Pdt.G/2017/PN.Ttn dan Putusan Pengadilan Tinggi perkara Nomor : 27/PDT/2018/PT.BNA yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.

Aminah Adil yang didampingi Zulkifli, S.H., dari Kantor Hukum ARZ dan Rekan telah melaporkan Miswar dan Erisman ke polisi dengan Nomor : LP-B/B/49/VII/RES.1.24./2020/SPKT, tertanggal 27 Juli 2020 tentang Pemalsuan Tanda tangan yang di duga dilakukan oleh Miswar, S.H., dan Erisman, S.H.

“Aminah Adil datang bersama anaknya Muslim Abdya Kamal dan keponakannya Firdaus Idris di Polres Aceh Barat Daya untuk membuat pengaduan atas pemalsuan tanda tangannya yang baru di ketahuinya hari ini 27 Juli 2020,” sebut Zulkifli

Sebagaimana pengakuan Aminah Adil, sejak dimulainya perkara perdata objek tanah miliknya di Di Desa Rukun Damai Kecamatan Babahrot tahun 2017 sampai sekarang 2020,  Aminah Adil tidak pernah mendapatkan sehelai dokumen apapun terkait perkaranya, sedangkan beliau sudah menghabiskan biaya lebih kurang Rp 275 juta. Sementara perkaranya tidak pernah ada titik penyelesaiannya hingga kini.

Kepada penyidik Polres Abdya, Aminah Adil mengaku baru mengetahui setelah ditanyakan oleh kuasa hukumnya Zulkifli, SH. terkait benar tidaknya tanda tangan dirinya. Karena menurutnya tanda tangan Aminah Adil berbeda dengan surat kuasa permohonan eksekusi yang diberikan kepada Kantor Hukum ARZ dan Rekan tertanggal 3 Juli 2020 lalu.

Menurut Zulkifli, S.H berdasarkan bukti dalam surat kuasa khusus permohonan eksekusi tertanggal 10 Desember 2018, terhadap tindakan pelaku pemalsuan tanda tangan yang di duga dilakukan oleh Miswar, S.H. dan Erisman, .S.H dan ini  merupakan tindak pidana dalam Pasal 263 KUHP dengan ancaman pidana 6 tahun penjara.(re)

Komentar

Loading...