Pemodal Tambang Emas Ilegal di Geumpang, Pidie Jadi DPO

Pemodal Tambang Emas Ilegal di Geumpang, Pidie Jadi DPO
Pekerja dengan menggunakan satu unit beko saat bekerja di tambang ilegal di Alue Saya KM10, Gampong Keune, Kecamatan Geumpang Pidie. Beko dan enam pekerja kini diamanakan di Mapolres Pidie, Ist

CAKRADUNIA.CO, Sigli  - Pemodal tambang emal ilegal di pegunungan Geumpang Kabupaten Pidie yang sudah dikantongi identitasnya, kini menjadi DPO. Sementara enam pekerja di kawasan pinggiran Alue Saya KM 10, Gampong Keune itu telah ditangkap dan diamankan di Mapolres Pidie.

Dalam penangkapan tersebut, polisi turut menyita satu beko, satu timbangan emas dan satu buku jadwal kerja beko.

Kapolres Pidie, AKBP Zulhir Destrian SIK MH, melalui AKP Ferdian Chandra MH kepada media, Sabtu (23/4/2021) mengatakan, aktivitas tambang emas ilegal telah dilakukan sekitar tiga hingga empat bulan.

Aktivitas tambang emas ilegal tersebut, setiap hari menghasilkan emas ditaksir antara 15 hingga 20 gram emas. Hasil produksi emas dilakukan secara manual itu diambil langsung oleh pemodal dari pekerja di lokasi tambang.

“Pemodal mengambil hasil produksi emas setiap harinya. Hasil itu belum dibagikan kepada enam pekerja yang telah kita tangkap. Pekerja baru menerima uang masing-masing Rp 200 ribu dan daging lembu untuk meugang 3 kg, " jelas AKP Ferdian.

Selain itu, toke  juga memberikan kebutuhan bagi pekerj dan uang pinjaman modal  Rp 500 ribu. Polisi belum tahu berapa keuntungan diperoleh pemodal dari hasil tambang liar itu, karena belum berhasil menangkap pemodal yang identitas telah kita kantongi. 

“Toke itu sekarang sudah kita masukkan jadi DPO polisi. Identitasnya sudah kita kantongi," katanya.

Nama-nama ke-6 pekerja yang ditangkap masing-masing Hendra (46) warga Gampong Ie Rhop Timu, Kecamatan Simpang Mamplam, Bireuen, Ahmad Ramadhani (31) warga Jalan Samudra Lorong Melati, Desa Kampung Jawa, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe.

Selanjutnya, Muhammad Dahri (28) warga Dusun Alue Peudada, Kecamatan Batya, Aceh Utara dan M Jamil (48) warga Gampong Keune, Kecamatan Geumpang. 

Sementara, Zaman Huri (52) dan Iskandar (33), keduanya warga Gampong Bangkeh, Kecamatan Geumpang Kabupaten Pidie[SI].

Komentar

Loading...