PBB Kecam Serangan Israel di Gaza, Langgar Hukum Internasional

PBB Kecam Serangan Israel di Gaza, Langgar Hukum Internasional
Sekjen PBB Antonio Guterres mengecam serangan di Jalur Gaza yang menelan korban jiwa warga sipil termasuk kematian 10 anggota keluarga yang sama. (REUTERS/Ronen Zvulun).

CAKRADUNIA.CO - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menilai serangan Israel di Jalur Gaza, melanggar hukum internasional. Dia juga mengaku kecewa dengan serangan yang menelan banyak korban jiwa itu.

Hal ini disampaikannya melalui juru bicaranya, Stephane Dujarric, seperti dikutip dari AFP, Minggu (16/5).

"Sekretaris Jenderal kecewa dengan meningkatnya jumlah korban sipil, termasuk kematian sepuluh anggota keluarga yang sama, termasuk anak-anak, akibat serangan udara Israel tadi malam di kamp al-Shati di Gaza, yang konon ditujukan pada seorang pemimpin Hamas," ungkap Dujarric.

Ia meminta agar serangan yang melanggar hukum ini dapat dihindari ke depan.

"Sekretaris Jenderal mengingatkan semua pihak bahwa setiap target sipil, dan struktur media secara sembarangan melanggar hukum internasional dan harus dihindari dengan segala cara," sambungnya.

Dewan Keamanan PBB akan bertemu pada hari ini untuk menindaklanjuti pembahasan mengenai serangan Israel ke Gaza.

Serangan udara dari Israel di Gaza terjadi sejak Senin (10/5). Secara total, serangan itu telah menewaskan 145 orang termasuk 41 anak-anak dan melukai 1.100 orang lainnya.

Ini merupakan serangan terburuk yang pernah terjadi di Gaza sejak 2014. Serangan itu juga menghancurkan Menara Al Jalaa yang menjadi kantor berita Al Jazeera dan Associated Press di lantai 11.

Sebagai serangan balik, Palestina menembakkan sekitar 2.300 roket ke Israel. Serangan itu menewaskan 10 orang, termasuk seorang anak dan seorang tentara.

Secara total ada sekitar 560 orang Israel yang terluka karena serangan ini. Namun, pertahanan udara Israel telah mencegat banyak roket yang ditembakkan itu.

(cnni)

Komentar

Loading...