Pasca Kasus Bupati Ramli Pukul Tgk Janggot ke Polda, Akrim Jadi Tersangka

Pasca Kasus Bupati Ramli Pukul Tgk Janggot ke Polda, Akrim Jadi Tersangka
Kasat Intel Kajari Meulaboh, Abdi Fikri, SH

CAKRADUNIA.CO, Meulaboh - Pasca  kasus Bupati Aceh Barat Ramli MS pukul Tgk Janggok di pendopo bupati, Rabu (20/1/20) lalu ditarik ke Polda Aceh, kini giliran Akrim bersama Erijzal (disabilitas) dijadikan tersangka dan ditahan di Polres, Minggu malam (23/2/20).

Penetapan Akrim sebagai tersangka, setelah ada petunjuk P-19 yang dikembalikan oleh Kejaksaan Negeri Meulaboh ke polisi. Kemudian, Akrim dan Erizal dipanggil kembali ke Polres Aceh Barat untuk di BAP ulang dan kemudian ditetapkan sebagai tersangka.

“Perbaiki BAP dan penetapan Akrim, ini ada rada-rada aneh,”kata tim Akrim dan juga komentar yang sama dari sejumlah warga Aceh Barat.

Baca juga :Kasus Bupati Ramli Pukul Tgk Janggot Ditarik ke Polda Aceh 

Kepala Kejaksaan Negeri Meulaboh Rukhsal, SH, M Hum melalui Kasat Intel Abdi Fikri, SH kepada media, Senin (24/2/2/) membenarkan bahwa berkas pakara (P-19) dugaan pengoroyokan terhadap Teuku Dedi Iskandar telah di kembalikan ke pihak Polres Aceh Barat 18 Februari lalu.

"Tujuan dikembalikan untuk melengkapi berkas dugaan pengoroyokan terhadap Teuku Dedi Iskandar," Abdi Fikri

Abdi Fikri juga membenarkan bahwa petunjuk kejaksaan untuk menetapkan A dan E sebagai tersangka, hal itu diperintahkan setelah dipelajari berkas dari polres yang dikirim 4 Februari 2020 lalu, bukan setelah insiden pendopo Bupati terkait Ramli pukul warga

"Tidak ada kaitannya dengan insiden pendopo ditetapkan A dan E tersangka, persepsi orang terserah," katanya

Ditanya kenapa mereka jadi tersangka, sedangkan dalam video beredar kedua orang tersebut tidak memukul dan ada yang jadi korban?

“Nanti di pengadilan kita tunggu fakta sidang,” ujarnya

Dirinya juga membantah, bahwa dikembalikannya berkas dugaan pengoroyokan terhadap Teuku Dedi Iskandar wartawan dari LKBN Antara tidak ada unsur politis. Namun, murni berdasarkan UU & KHUP,  kini tersangka baru dikenakan Pasal 170 karena dugaan pengeroyokan.

"Salah atau tidak salah nanti hakim yang memutuskan dan kami hanya meminta pihak kepolisian untuk melengkapi berkasnya," katanya.

Baca juga : Terkait Utang, Istri Akrim Laporkan T Dedi Iskandar ke Polres Aceh Barat

Sebelumnya, Kapolres Aceh Barat AKBP Andrianto Argamuda S.I.K melalui  Kasat Reskrim  IPTU M Isral, SIK, menjelaskan, bedasarkan petunjuk P-19 dari kejaksaan berkas dugaan pengoroyokan terhadap Teuku Dedi Iskandar (kasus hutang)  diminta untuk ditetapkan tersangka baru.

“Maka itu, pihak kepolisian memanggil dan menetapkan tersangka inisial (A) dan (E) atas dugaan pengoroyokan, hanya menjalankan perintah. Saat ini saudara  (A) dan (E)  ditahan Malpores Aceh Barat, begitu perintah pimpinan," ujar kasat M Isral.

Isu yang beredar diluar Polres Aceh Barat dan sejumlah pemerhati kasus tersebut sempat menanyakan ke cakradunia.co kenapa baru sekarang jadi tersangka.  

“Apakah ada rencana tukar guling dengan kasus ke Polda,” tanya mereka heran.

Sebagaimana diketahui, keributan di warung kopi El Nino Meulaboh, tanggal 20 Januari 2020 lalu dipicu atas dasar tagihan hutang. Menurut Akrim (pemilik uang). Dedi berutang padanya dan tidak mau mengembalikan walau telah berbagai upaya dilakukan, selalu menghindar untuk dijumpai, maka saat bertemu di tempat kejadian akhirnya berujung keributan.

Fitriadilanta

 

Iklan Covid-91 Rektor UTU

Komentar

Loading...