Pasar Meulaboh Kembali Ramai, Pedagang dan Pembeli Tanpa Masker

Pasar Meulaboh Kembali Ramai, Pedagang dan Pembeli Tanpa Masker
Pedagang nenas di Pasar Bina Usaha Meulaboh dan pembeli sama-sama tidak memakai masker dalam jarak dekat, Jumat (3/3/2020). Foto/cakradunia.co/Fitriadilanta

CAKRADUNIA.CO, Meulaboh- Suasana pasar Bina Usaha Meulaboh yang sempat sepi, kini kembali ramai, baik pedagang maupun pembeli yang datang dari berbagai daerah. Namun, pedagang dan pembeli tampak santai tanpa memakai masker. ditengah gencarnya seruan pemerintah agar warga menghindari kontak langsung dan jaga jarak.

Nawi, salah seorang pedagang nenas yang didatangkan buah-buah dari Bandar Tarutung Tapanuli Selatan, Sumatera Utara kepada cakradunia.co, Jum'at (3/3/20) mengatakan buah yang dijualnya banyak pembeli.

Nenas yang dibawanya dari Tapanuli Selatan aktif di periksa di jalan, lalu disomprot desinfektan dan diperiksa suhu tubuh bahkan sampai diminta nomor kontak yang dapat dihubungi. Namun, baru terasa agak enak saat memasuki wilayah pantai barat Aceh karena tidak ada lagi pemeriksaan seperti di wilayah lain,” ujarnya

Nawi, seperti tidak merasa takut sedikitpun terhadap virus corona yang sedang jangkit, buktinya dia enjoy saja melayani pembeli secara terbuka tanpa memakai masker di wajahnya dan sebaliknya juga pembeli juga santai tanpa memakai masker.

Sementara, pedagang lain Hasan mengaku larangan pemerintah hanya jualan pada malam hari dan keluar rumah, pagi tidak dilarang berdagang.

“Kalu tidak ada aktifitas, tak sanggup juga berdiam dirumah dan lagian kita ini orang ngakda, bila tak bekerja tak mungkin bisa hidup,”katanya.

Menurutnya Senin lalu, saat jam malam pertama diberlakukan di Aceh Barat, paginya suasana pasar Bina Usaha Meulaboh sepi. Sementara hari ini suasananya hampir dapat dikatakan normal kembali, pedagang telah banyak membuka lapak jualan dan pembelipun mulai ramai dan barang dari Medan kembali masuk.

"Kalau kita lihat suasana pasar pagi ini sudah hampir normal kembali, soal corona di Meulaboh belum ada, maka kami berani berjualan tanpa pakai masker. Lagipun di mana ada jual masker," ujarnya polos.

Suasan jalan di sepanjang Jalan Daud Dariah II depan pasar Bina Usaha Meulaboh, Jumat (3/3/2020). Foto/cakradunia.co/Fitriadilanta.

Syahril, seorang pedagang sayur dengan becak mengatakan, bila pemerintah gampong dilarang masyarakat berkumpul dan menghindari keramaian, namun pemerintah kabupaten Aceh Barat belum melarang berjualan. 

"Pemerintah belum melarang kami berjualan, kecuali di gampong ya ada larangan, maka kami tetap bekerja cari makan," sebutnya.

Bila pemerintah melarang pedagang jualan lalu dirumah saja, mereka minta harus ada perhatian pemerintah untuk kebutuhan hidup mereka.

“Bila tidak ada, akan menimbulkan masalah baru nantinya, karena kami tidak ada biaya hidup. Bagimana mau kasih makan anak-anak,” katanya.

Pantauan cakradunia.co Jum'at pagi di sepanjang Jalan H.Daud Dariah II Meualboh pedagang berjualan seperti biasa,  tak ada waspada terhadap virus corona. Umumnya pedagang belum ada upaya antisipasi hingga maskerpun tak digunakan.

Sepertinya, pemerintah harus meningkatkan sosialisasi bahaya covid-19. Atau bisa jadi, karena masker tidak ada dijual di apotik atau depot obat di Aceh Barat, sementara pemerintah belum membagi masker untuk warga.

Kondisi yang sama juga terjadi di Kota Banda Aceh, banyak pedagang yang jualan tidak memakai masker, padahal setiap waktu mereka melakukan kontak langsung dengan puluhan bahkan ratusan warga.

Begitu juga warga Banda Aceh masih banyak yang tidak memakai masker saat keluar rumah atau mendatangi pasar-pasar. Kondisi terjadi terjadi, karena masker sudah habis di apotik-apotik Banda Aceh dan pemerintah juga belum membagikan.

Dalam beberapa hari ini, muncul masker jahitan buatan dari kain yang mulai dijual di Banda Aceh dan wargapun mulai memakainya.

Fitriadilanta

iklan sesama guru mari berbagi

Komentar

Loading...