Pasar Hari Pekan Ditutup, Pemkab Aceh Barat Harus Beri Insentif ke Pedagang

Pasar Hari Pekan Ditutup, Pemkab Aceh Barat Harus Beri Insentif ke Pedagang
Aduwina, akademisi UTU Meulaboh

CAKRADUNIA.CO, Meulaboh – Dosen FISIP Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh, Aduwina Pakeh, S.Sos., M.Sc mengatakan langkah Pemkab Aceh Barat menutup pasar pedagang keliling atau pasar hari pekan untuk mencegah corona tepat. Namun, pemkab harus memberi insentif kepada pedagang, sehingga mereka bisa menghidupi keluarganya.

Pernyataan itu disampaikan Aduwina kepada cakradunia.co, Jum'at (3/4/20) siang. Menurutnya, kebijakan menutup pasar keliling atau pasar ganti oleh pemkab sebuah keputusan tepat karena pasar pusat keramaian yang saling berinteraksi langsung satu sama lain dan sangat rentan mutasi wabah corona. 

“Meski demikian, pemkab Aceh Barat harus memberi perhatian berupa bantuan insentif diserahkan sebagai bentuk meringankan kebutuhan hidup para pedagang yang telah ditutup tempat mencari makan mereka sehari-hari,” ujarnya 

Akibat tidak diperkenankan berjualan sejak seminggu terakhir, sebut Adiguna, pedagang  telah kehilangan sumber penghasilan. Maka, sangat wajar mereka  mendapat perhatian pemkab, sehingga bisa terbantu

Pemerintah tidak hanya bersikap tegas melarang membuka pasar di kecamatan-kecamatan, tapi tidak memikirkan nasib pedagang kecil yang terimbas atas aturan tersebut.

“Pemerintah harus berlaku adil, jika pasar-pasar di tingkat kecamatan telah ditutup, bagaimana dengan pasar di kabupaten,”tanyanya.

Sebagaimana kita ketahui pasar adalah tempat keramaian, arena masyarakat berinteraksi antara pedagang - pembeli. Jangan pasar di kecamatan saja ditutup, sementara di kota dibiarkan terbuka.

“Ini harus dijelaskan alasannya kepada publik, sehingga mereka paham,” ungkap akademisi UTU mengingatkan. 

Aduwina mengingatkan, para pedagang kecil sangat merasakan dampak dari pemberlakukan larangan jualan tersebut. Sebab, mereka pada umumnya memiliki tanggungjawab berat, baik untuk kebutuhan keluarga sehari-hari maupun pelunasan hutang karena modal pinjaman. 

Menurutnya, selama pemberlakukan larangan jualan di pasar-pasar tradisional terjadi, usaha mereka dipastikan "gulung tikar" sehingga berimbas kepada kehilangan mata pencaharian dan pendapatan, sebagai sumber utama menghidupi keluarga.

“Pemerintah wajib memberikan bantuan insentif baik berupa sembako untuk pedagang maupun dalam bentuk lainnya sampai berakhirnya status larangan jualan dari pemerintah,” sebutnya berulang-ulang.

Tidak hanya bantuan kepada pedagang kecil, kata dia, pemerintah perlu bertindak cepat dalam menjaga kestabilan harga barang, jika memungkinkan melakukan pasar murah di seluruh kecamatan dalam Kabupaten Aceh Barat.

Selain itu, pemerintan juga harus memberikan perhatian khusus kepada masyarakat kurang mampu dalam memastikan pemenuhan kebutuhan mereka selama dampak wabah pandemik covid-19 berlangsung.

Sejumlah pasar tradisional  atau pasar ganti (uroe pekan) yang sudah ditutup oleh pemkab Aceh Barat diantaranya, Pasar Senin (Suak Awe) dan Pasar Sabtu (Pante Ceureumen) Kecamatan Pante Ceureumen.

Selanjutnya, Pasar Rabu (Keude Tanjong) dan Pasar Minggu (Kedeu Aron) Kecamatan Kaway XVI dan Pasar Kamis (Meutulang) Kecamatan Pantoen Reu dan Pasar Kuala Bhee Kecamatan Woyla.

Fitriadilanta

iklan sesama guru mari berbagi

Komentar

Loading...