Pandemi, Kata-Kata, dan Panggung Nunung

Pandemi, Kata-Kata, dan Panggung Nunung
Nunung Deni Puspitasari.

SEJAK merebaknya virus corona, virus yang tak kasat mata tapi nyata banyak kalangan mesti tiarap dan beradaptasi dengan pola kehidupan baru. Berjaga demi keberlangsungan hidup, demi kesehatan dan atau yang lebih ngeri lagi, berujung dengan kematian. Tak hanya perusahaan berskala besar yang mesti tutup pintu, usaha-usaha kecil pun tak berdaya dibuatnya. Demikian juga dengan perseorangan yang mesti mengerahkan segala daya untuk tetap bergerak kreatif dan efektif sekalipun hasil dari apa yang kita lakukan di tengah-tengah pademi terbatas oleh ruang gerak.

Ruang gerak yang tak lagi seluas sebelum masa pademi tentu saja bukanlah halangan bagi sebagian besar seniman, sebaliknya, seniman-seniman itu semakin agresif dan eksploratif dalam menciptakan karya-karyanya, satu di antara sekian banyak seniman yang terus berkarya adalah Nunung Deni Puspitasari, seniman kelahiran Yogyakarta.

Selama pandemi sebuah novel karya novelis terkemuka Slovenia, Evald Flisar, Nunung Deni Puspitasari terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan judul Kata-Kata di Atas Awan. Selama pandemi, aktris dan pendiri teater Amarta ini terus berkarya baik menulis cerpen maupun naskah-naskah pertunjukan.

Nunung Deni Puspitasari  pernah terlibat di beberapa komunitas Teater di Yogyakarta, ia juga terlibat dalam pertunjukan-pertunjukan Teater Gandrik, Yogyakarta. Tahun 2009-2011 ia menjadi Kurator Program Seni baik yang diadakan Kementerian Diktorat Kebudayaan maupun oleh lembaga-lembaga kebudayaan seperti Padepokan Seni Bagong, Yogyakarta. Ia juga pernah terlibat dalam program magang di Teater Koma Jakarta.

Adapun cerpen-cerpen Nunung Deni Puspitasari baik cerpen karyanya sendiri maupun hasil terjemahannya sudah di publikasikan di berbagai media, di antaranya di Haria  Bernas, Jawa Pos, Suara Merdeka, Majalah Sastra Horison, dan lain-lain.

Buku-buku Nunung yang sudah terbit di antaranya, Pulung, Murid Si Tukang Sihir (novel terjemahan), Mimpi Ayahku dan Novel Anak Tiga Cinta. Saat ini, Nunung tinggal di Yogyakarta, mengajar, menerjemahkan dan berteater. [re]

Komentar

Loading...