Breaking News

Nova Iriansyah: Keberadaan KIA, Akan Dongkrak Perekonomian Aceh

Nova Iriansyah: Keberadaan KIA, Akan Dongkrak Perekonomian Aceh

CAKRADUNIA.CO, Aceh Besar  - Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, Kamis (20/12/2018) meresmikan pembangunan kembali Kawasan Industri Aceh (KIA) di Ladong, Kecamatan Masjid, Aceh Besar.

Usai penekanan tombol peresmian Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah, bersama Dirjen Kementerian Industri, I Gusti Putu Suryawirawan, BPIW Kementerian PUPR, Iwan Nurwanto, Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali, wakil walikota Banda Aceh Zainal Arifin, dan Ketua TP2KIA, Mustafa Hasbullah melakukan  Groundbreaking di lokasi yang terletak di kawasan Ladong.

Nova Iriansyah menyebutkan pembangunan KIA ini akan memberikan manfaat penting bagi masyarakat Aceh, terutama bagi warga yang berada di Kecamatan Mesjid Raya Aceh Besar.

“Saya sangat yakin kawasan industri ini akan menjadi tempat yang penting dan punya potensi yang luar biasa bagi kesejahteraan masyarakat yang berada di sekitar kawasan industri ini,” ujar Nova Iriansyah.

Proyek yang sudah terbengkalai selama  9 tahun tersebut, sebut Nova,  baru bisa dimulai kembali setelah diterbitkan Keputusan Gubernur-nya pada 2014. Proyek ini sendiri telah dimunculkan sejak tahun 2009 silam, namun karena ada beberapa kendala teknis terkain perizinan dan sejumlah peraturan (regulasi) maka baru dalam 3 tahun terakhir ini segala persiapan untuk dimulainya proyek sampai biss dilakukan Groundbreaking pada hari ini.

Pemerintah Aceh membuka peluang investasi kepada para investor baik dari dalam maupun luar negeri untuk memanfaatkan Kawasan Industri Aceh (KIA) di Desa Ladong. Di kawasan Mesjid Raya tersebut akan dijadikan lokasi untuk membangun pabrik dan berbagai usaha industri.

Di areal seluas 66 hektar yang sudah dibebaskan dari total 250 hektar yang direncanakan, KIA punya prospek yang sangat menguntungkan bagi para pengusaha. Selain berada di lokasi yang strategis karena dekat dengan Kota Banda Aceh dan Pelabuhan Malahayati, KIA juga sudah memilki  sarana pendukung seperti listrik dan air bersih.

“Kita akan mulai dari industri – industri halal, seperti makanan kecil, handicraft dan lain sebagainya, sehingga nantinya kita mampu memutus ketergantungan kita dengan daerah lain,” ujar Nova.

Nova meyakini, KIA akan mampu mendongkrak perekonomian dan industri di Aceh serta menyejahterakan masyarakat. Kehadiran berbagai industri di dalam Kawasan Industri Ladong nantinya akan meningkatkan nilai tambah komoditas dan produk Aceh.

Beberapa kemudahan yang ditawarkan bagi para investor, kata Nova, seperti masa tenggang penyewaan lahan. Investor baru membayar sewa ketika sudah mulai beroperasi dan berproduksi. Selain itu, kementerian perindustrian juga menawarkan kemudahan perizinan dan pemberian insentif.

Selain itu, kementerian perindustrian juga akan membangun sekolah vokasional maupun pusat pelatihan untuk mendukung kebutuhan tenaga terampil di kawasan KIA nantinya.

Ketua Tim Percepatan Pemanfaatan Kawasan Industri Aceh (P2KIA), Mustafa, mengatakan hal yang sama. Mustafa mengatakan, bahwa pembangunan KIA Ladong sudah dilakukan sejak tahun 2009, namun sempat terhenti dan baru kemudian dilanjutkan setelah dibentuknya P2KIA pada tahun 2015.

Untuk memenuhi kebutuhan energi listrik, kata Mustafa, PLN yang sudah berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan listrik. Saat ini, PLN juga sedang membangun PLTG kapasitas 50 MW di Ladong. Sedangkan untuk kebutuhan air bersih akan diambil dari Sungai Krueng Aceh melalui PDAM Tirta Montala Aceh Besar.

Pada kesempatan tersebut, Mustafa juga menyampaikan saat ini sudah ada calon investor dari Malaysia dan Korea yang berencana untuk berinvestasi di KIA, begitu juga dengan beberapa pengusaha lokal lainnya yang ada di Aceh.

Sejumlah calon investor dari dalam dan luar negeri juga ikut hadir pada peresmian KIA antara lain dari PT. Medan Tropical Canning yang bergerak dibidang industri hasil laut, PT. Invilon Sagita yang bergerak dibidang Industri Pipa, PT. Asia Sakti Wahid Foods Manufacture yang bergerak dibidang produksi biskuit, Trans Continent dari Jakarta yang bergerak dibidang perkapalan, Logistik dan transportasi. Selain itu, perusahan dari luar negera yaitu, Perusahaan Sany Group dari Cina dan Taiwan Port Operator (Port of Kaohsiung) dari Taiwan.

Fauzi Cut Syam

Iklan Duka Cita Ibunda Bupati Nagan Raya

Komentar

Loading...