New Normal Tak Menolong Seniman dari Keterpurukan

New Normal Tak Menolong Seniman dari Keterpurukan
Kadis Pariwisata Banda Aceh, Iskandar, S.Sos,M.Si. Foto/cakradunia.co/Helmi Hass

CAKRADUNIA.CO, Banda Aceh – Kadis Pariwisata Banda Aceh, Iskandar, S.Sos, M.Si mengatakan,  sejak diimplementasikan kebijakan New Normal oleh pemerintah, banyak sektor yang telah bergeliat kembali seperti sektor pertanian, industri, transportasi dan komunikasi serta lain-lain termasuk sektor wisata, diharapkan ekonomi akan tumbuh kembali setelah beberapa waktu lalu lesu dan bahkan hampir mati suri.

“Meski sejumlah sektor masa New Normal bangkit, tapi masih ada yang terpuruk, terutama mereka yang bergerak dalam beberapa sub bidang ekonomi kreatif yang merupakan leverage nya untuk sektor wisata, salah satu diantaranya seni pertunjukan atau performance,”kata Iskandar kepada cakradunia.co, Sabtu (20/6/20).

Sejak pandemi Covid 19, tambahnya, praktis para seniman yang berprofesi dibidang seni pertunjukan atau perfomance nyaris kehilangan pekerjaan dan penghasilan, karena pembatasan dan larangan pemerintah yang tidak boleh ada kegiatan yang menyedot orang banyak atau menimbulkan keramaian walaupun harus mengikuti protokol kesehatan bagi para penonton juga tidak diperbolehkan.

Bagi seniman lokal pengunaan alat IT atau Virtual untuk menggugah penonton agar menonton secara live streaming sangat kecil, karena mereka belum sepopuler artis-artis nasional yang sudah banyak fans atau penggemarnya, apalagi dukungan dari sponsor hampir tidak ada.

“Para seniman pertunjukan atau perfomance ini, kan mempunyai keluarga yang harus dinafkahin, sedangkan penghasilan tidak ada karena tidak performance,”katanya.

Program seperti ini diimpikan selalu oleh seniman Banda Aceh.Ist

Untuk itu, sebut Iskandar, mengharapkan kepada pemerintah, terutama pemerintah kabupaten/kota untuk bisa memberikan sedikit ruang agar para seniman itu dapat perfomace atau tampil dalam sekala yang kecil bukan bukan konser, sehingga mereka berpenghasilan.

 “Sangat tidak adil, apabila kita terus membatasi ruang gerak kepada mereka dengan dalih Covid 19,  bagaimana menutupi kebutuhan hidup mereka sehar-hari,”sebutnya prihatin.

Sedangkan disektor lain seperti mall, pasar, transportasi dan lain lain dibuka selebar lebarnya yang juga berdampak pada keramaian dan kerumunan.

“Jadi, semua ini memerlukan kearifan dalam memutuskan suatu kebijakan, sehingga kebijakan tesebut dapat diterima secara holistic,”tutup mantan Kepala Bappeda Banda Aceh penuh harap.(HH)

Komentar

Loading...