Muksalmina: Pernyataan Rektor USK Tak Konstruksif Terkait Mutu Pendidikan Aceh

Muksalmina: Pernyataan Rektor USK Tak Konstruksif Terkait Mutu Pendidikan Aceh
Plt Kabid Pembinaan GTK Disdik Aceh, Muksamina, S.Pd, M.Si.Ist

CAKRADUNIA.CO, Banda Aceh - Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Alhudri, MM melalui Plt. Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Muksamina, S.Pd, M.Si menyayangkan pernyataan Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) yang tidak konstruktif terkait dengan mutu pendidikan Aceh.

"Saat ini kita sedang bekerja keras untuk terus membangun mutu dan kualitas pendidikan di Aceh. Alhamdulilah kerja keras tersebut, kini sudah mulai menunjukkan hasilnya. Perlahan tapi pasti anak-anak didik kita sudah mulai banyak  diterima pada perguruan tinggi negeri," ujar Muksalmina dalam siaran pers kepada media, Selasa (29/6/2021) di Banda Aceh.

Guru PNS,tambahnya, yang sudah memiliki sertifikat pendidik semakin bertambah banyak dan sejumlah prestasi lainnya, baik di tingkat nasional maupun internasional yang dicapai oleh para guru dan siswa.

Penempatan rangking pendidikan Aceh di tingkat 24 oleh rektor USK, tidak memiliki landasan empiris yang cukup kuat.

“Kami Ptidak tahu apa penyataan rektor merupakan pernyataan pribadi beliau ataupun atas nama bapak rektor USK," ungkapnya.

Menurutnya, USK itu sebuah lembaga pendidikan bukanlah lembaga survey, sehingga penyataan tersebut akan dapat menyesatkan opini publik.

Peringkat pendidikan suatu daerah, kata Mulsakmina, tidak bisa serta merta ditentukan dengan hanya melihat satu dimensi saja. Jika kita mengukur mutu pendidikan hanya berdasarkan kemampuan anak jenjang SMA menjawab soal SBMPTN itu sangat keliru.

Pendidikan Aceh memiliki landasan Dinul Islam sehingga banyak lulusan SMA yang berprestasi  juga melanjutkan pendidikan ke pondok pesantren atau pendidikan keagamaan baik di dalam maupun luar negeri dan ada juga yang masuk ke sekolah kedinasan.

"Sedangkan lulusan SMK juga banyak yang langsung bekerja setelah tamat dari sekolah. Karena mereka sudah memiliki suatu keahlian dan langsung diterima di Industri Dunia Usaha dan Dunia Kerja (IDUKA) atau membuka usaha mandiri," sebutnya.

Disdik Aceh mengharapkan agar rektor USK dapat membangun sinergitas yang baik dengan semua stakeholder pendidikan yang ada di Aceh. Karena, selama ini kerjasama antara USK dan Disdik terus terjalin melalui pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) mahasiswa FKIP di satuan pendidikan jenjang SD, SMP dan SMA seluruh Aceh.

Guru-guru di Aceh tetap membimbing mereka dengan baik dan tekun tanpa dibebankan biaya apapun. Sehingga mereka dapat merasakan langsung dunia pendidikan sebelum menerima gelar sarjana.

“Namun saat pak rektor USK terus menerus menyudutkan hasil kerja keras guru-guru kita di sekolah tentu ini akan sangat melukai hati mereka," tuturnya.

Muksalmina mengakui semua pihak merasakan kesulitan pada masa pandemi Covid-19, tidak terkecuali para guru. Mereka harus menyesuaikan pola pembelajaran secara daring yang sistem ini tidak pernah mereka dapat di bangku kuliah, sehingga harus berjibaku kembali mengikuti pelatihan-pelatihan untuk mengoptimalkan proses pendidikan secara daring.

"Mungkin USK bisa mengambil perannya dengan mengupgrade ilmu kembali kepada para lulusannya dengan kondisi dunia pendidikan terkini. Ini akan lebih bermanfaat dari pada mencoba membuat rangking-rangkingan pendidikan yang tidak perlu," tutup Muksalmina. [re]

Komentar

Loading...