Mukhlis Syamaun, Pengusaha Bangkrut Diselamatkan Sedekah, Kini Jadi Milyader

Mukhlis Syamaun, Pengusaha Bangkrut Diselamatkan Sedekah, Kini Jadi Milyader
Mukhlis Syamaun (kiri) saat bersama KH Yusuf Mansur

CAKRADUNIA.CO, Jakarta – Kisah Mukhlis Syamaun, pengusahan asal Jakarta Timur, barangkali menjadi salah satu potret bagaimana dahsyatnya sedekah dapat membangkitkan kembali usahanya yang pernah jatuh sampai titik minus hingga ratusan juta rupiah.

Dilansir dari “Nikmatnya Sedekah” bersama KH Yusuf Mansur di MNC TV pada Rabu, 1 Juli 2020, bisnis milik Mukhlis sempat gulung tikar hingga memiliki utang Rp 300 juta. Namun, kini ia bisa membeli dua sampai empat rumah dalam setahun.

Awalnya, Mukhlis merintis usahanya pada 2001 dengan membuka pameran di salah satu mal di Senen, Jakarta Pusat. Saat itu keuntungannya mencapai 100 kali lipat perhari. Namun, ia mengaku, lantaran kurangnya bersedekah, maka hilanglah keberkahan itu.

“Pada tahun 2007 saya bangkrut. Benar-benar bangkrut di bawah minus hingga Rp 300 juta lebih. Saya juga enggak tahu dari mana bisa datang utang seperti itu padahal omzetnya banyak,” ujarnya.

Ketika terpuruk, Mukhlis berupaya bangkit dan introspeksi diri. Ia mengubah pola pikirnya dari yang hanya sedikit bersedekah dengan berbagi lebih banyak lagi. Setiap hari, ia tak pernah lupa menyisihkan uang untuk bersedekah, hingga seluruh omzetnya (modal dan kentungan) ia sedekahkan.

“Kala itu dari 10 gerai, hanya satu yang masih bertahan di Jatinegara. Memang omzetnya belum seberapa, tapi saya sedekahkan semua, cukup buat dapur hari itu aja. Besoknya dapat omzet lagi, saya sedekahkan lagi semuanya,” ucapnya.

Bersama sang istri, ia juga pernah menyedekahkan cincin pernikahannya yang merupakan pemberian dari almarhumah sang ibu.

“Saya langsung ambil amplop, dan menuliskan mohon doanya untuk seseorang yang sedang bermasalah di Cipinang ini,” tuturnya.

Meski posisinya masih berada di bawah kala itu, Mukhlis justru ingin terus berbagi kepada mereka yang lebih membutuhkan darinya.

“Setiap hari saya selalu berpikir apa yang bisa saya beri, di rumah saya mencari apa yang bisa saya sedekahkan hari ini. Ada komputer dan lain sebagainya semua saya sedekahkan,” katanya dikutip okezone.

Perlahan setelah ia rajin bersedekah, Mukhlis pun mendapat keberkahan. Utangnya sebanyak Rp 300 juta lunas. Semakin hari, omzetnya terus bertambah. Sampai ia bisa melaksanakan ibadah umrah, memohon ampun dan mengucap syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala di depan Ka’bah.

“Alhamdulillah sekarang saya sudah memiliki lebih dari 100 karyawan. Tadinya saya ngontrak dari satu tempat ke tempat yang lain. Ketika saya mendawamkan sedekah setiap hari dan sedekah ekstrem, setiap tahun saya bisa beli dua sampai empat rumah. Mohon maaf saya tidak bermaksud riya tapi murni motivasi bahwa kita semua bisa bersedekah,” tutupnya senang.

(okz/put)

Komentar

Loading...