Menunggu Jalan Keluar dari Allah Ta'ala

Menunggu Jalan Keluar dari Allah Ta'ala
Ilustrasi.net

Tidak ada suatu masalah atau musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah, dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. 

Kita, sebagai manusia lemah ada saatnya untuk kita menunggu jalan keluar atas segala masalah yang kita hadapi. Tentu tidak sekadar menunggu. Ketika kita mulai dihimpit masalah dan tak tahu apa yang harus dilakukan, maka tugas kita adalah menunggu jalan keluar dengan terus berikhtiar semaksimal mungkin.

Seorang ulama Said bin Abdul Aziz rahimahullah berkata: “Apabila engkau menghadapi suatu masalah yang engkau tak sanggup untuk mengubahnya, maka bersabarlah. Tunggulah jalan keluar dari Allah.”Karena, di antara ibadah yang paling agung adalah menunggu jalan keluar dari Allah Subhanhu wa ta'ala dengan hati yang senantiasa berbaik sangka kepada-Nya.

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا

“Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.” [QS. Ath-Thalaq : 2]

Sudah seharusnya kita percaya dan yakin bahwa Allah akan senantiasa memberikan jalan keluar atas segala masalah yang tengah kita hadapi. Seperti yang telah Allah ungkapkan, jika kita ingin jalan keluar dan kemudahan dalam masalah-masalah kita, maka sudah seharusnya kita bertakwa kepada-Nya. 

Sebagai makhluk yang lemah, tugas kita hanya terus meminta dan memohon kepada-Nya tanpa rasa lelah. Dia-lah yang akan mengatur hidup kita dengan sempurna, dan Dia pula yang akan memberikan jalan keluar atas masalah-masalah yang tengah kita hadapi.

Hanya saja soal waktu, kita diperintahkan harus bersabar. Imam Ibnu Rajab rahimahullah di Kitabnya Majmuu Rasaail Ibnu Rajab, menuliskan;

انتظار الفرج بالصبر عبادة، فإن البلاء لا يدوم

“Sabar menunggu jalan keluar adalah ibadah, karena musibah itu tidak akan selamanya.” 

Boleh jadi, menanti jalan keluar (solusi) itu harus panjang jaraknya. Ada orang sakit selama 20 tahun, ia masih menanti kesembuhan datang, berharap kesembuhan itu akan datang, tentunya dengan yakin dan 'ubudiyah (amalan shalih) bahwa yang memberikan kesembuhan adalah Allah Ta'ala. Maka itu adalah Ibadah, karena menanti jalan keluar itu Ibadah, sungguh ujian tak kan kekal selamanya.

Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda;

وَأَفْضَلُ الْعِبَادَةِ انْتِظَارُ الْفَرَجِ

"Sebaik baik Ibadah adalah menunggu jalan keluar (solusi) (riwayat At-Tirmidzi).

Dalam hadis lain disebutkan :

وَاعْلَمْ أنَّ النَّصْرَ مَعَ الصَّبْرِ، وَأَنَّ الفَرَجَ مَعَ الكَربِ، وَأَنَّ مَعَ العُسرِ يُسراً

"Dan ketahuilah bahwa pertolongan itu bersama kesabaran. Jalan keluar itu bersama penderitaan. Dan kesulitan itu disertai kemudahan”. (Riwayat At-Tirmidzi)

Wallahu A'lam

[Widaningsih-kalam]

Komentar

Loading...