Menhan AS Telepon Putra Mahkota Arab Saudi, Ada Apa?

Menhan AS Telepon Putra Mahkota Arab Saudi, Ada Apa?
Pangeran Mohammed bin Salman (dok. Bandar Algaloud/Courtesy of Saudi Royal Court/Handout via REUTERS)

CAKRADUNIA.CO, Washington DC - Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS), Lloyd Austin, pekan ini berbicara via telepon dengan Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS). Keduanya membahas isu keamanan kawasan dan upaya mengakhiri konflik Yaman.

Seperti dilansir Reuters, Kamis (3/6/2021), Pentagon atau Departemen Pertahanan AS mengungkapkan bahwa percakapan telepon antara Austin dan MBS itu dilakukan pada Rabu (2/6) waktu setempat.

Juru bicara Pentagon, John Kirby, menuturkan bahwa keduanya membahas isu keamanan kawasan, khususnya upaya-upaya untuk mengakhiri konflik Yaman, dan 'upaya bilateral yang sedang berlangsung untuk meningkatkan pertahanan Arab Saudi'.

Disebutkan Kirby bahwa Austin menekankan komitmen AS dalam membantu Saudi mempertahankan wilayah dan rakyatnya. Saudi merupakan sekutu dekat AS di kawasan Timur Tengah.

Pemberontak Houthi, yang didukung Iran dan menguasai sebagian besar wilayah Yaman bagian utara sejak tahun 2014, diketahui terus melancarkan serangan lintas perbatasan ke wilayah Saudi dan berupaya merebut wilayah Marib di Yaman yang kaya gas alam.

Koalisi pimpinan Saudi melakukan intervensi dalam konflik Yaman sejak tahun 2015, setelah Houthi melengserkan pemerintahan Yaman yang didukung Saudi dari ibu kota Sanaa. Pemberontak Houthi menyatakan bahwa mereka memerangi sistem yang korup dan agresi asing.

Menurut Kirby, Austin dalam percakapan telepon dengan MBS juga 'menekankan kesuksesan Arab Saudi baru-baru ini dalam mengalahkan serangan Houthi ke Kerajaan'.

Austin, sebut Kirby, juga berterima kasih kepada MBS karena telah bekerja sama dengan Utusan Khusus AS untuk Yaman, Tim Lenderking, dalam mengakhiri konflik Yaman.

Bulan lalu, Lenderking mengkritik Houthi karena tidak terlibat secara serius dalam upaya-upaya mengamankan gencatan senjata, yang terhenti. Dia juga mendorong koalisi pimpinan Saudi untuk mencabut pembatasan terhadap seluruh pelabuhan dan bandara Yaman.

Lebih dari 100 ribu orang tewas dalam konflik di Yaman, dengan sebagian besar merupakan warga sipil. Jutaan warga Yaman kini dilaporkan bergantung pada bantuan kemanusiaan untuk bertahan hidup.[dtk]

Komentar

Loading...