Meneladani KH Washil Syarbini

Meneladani KH Washil Syarbini
KH Nisful Laila Iskamil

KH. Washil Syarbini (selanjutnya: KH. Washil) adalah salah satu tokoh ulama berpengaruh dari Jember, Jawa Timur. Kiprah dan pemikiran-pemikiran KH. Washil tidak hanya sekadar menjadi acuan kalangan nahdiyin tapi juga menjadi tauladan tokoh-tokoh penting dari kalangan non muslim. Maka tidak berlebihan kalau almarhum KH.  Abdurrahman Wachid dalam suatu acara silaturahim di Cianjur menyebutkan, KH. Washil adalah tokoh dan ulama penting  yang ilmu dan kiprahnya di kalangan masyarakat perlu ditauladani.

KH. Washil dikenal sebagai tokoh penting yang memiliki kharisma, KH. Washil tidak pernah segan bergaul dan berbaur dengan masyarakat biasa bahkan dengan masyarakat yang tidak seagama, agama Islam. Dalam setiap ceramahnya KH. Washil sering mencontohkan dan menekankan kepada kita agar senantiasa saling menjaga kerukunan antar umat beragama, menyantuni dan dan menyayangi anak-anak yatim piatu dan kaum dhuafa. Atas kesederhanaan, kezuhudan, dan kewaroan itulah kehadiran dan nasihat-nasihat KH. Washil selalu dirindukan oleh masyarakat dari berbagai kalangan, tidak terkecuali oleh orang-orang non muslim.

Saya merasa beruntung bertemu dan menteladani kiprah dan keilmuannya baik dalam kehidupan dan pergaulan sehari-hari. Pertemuan saya dengan KH. Washil bermula ketika saya sedang mengurus administrasi dalam rangka menunaikan ibadah haji pada  tahun 2005, sejak itulah hubungan saya dan KH. Washil sangat akrab. Tidak jarang beliau sering mengajak saya menghadiri pengajian-pengajian di kampung-kampung, desa, bahkan bila hendak mengisi pengajian di luar kota.

Ada sebuah cerita menarik dari hubungan saya dan KH. Washil. Tahun 2007 saya sedang mengurus calon jamaah haji, tanpa direncanakan saya bertemu dengan KH. Washil, entah kenapa saat itu KH. Washil meminta saya tidak hanya mengurus kepergian calon jamaah haji dari Jember, tapi juga turut berangkat bersama KH. Washil. Terang saya kaget, kaget karena saya tidak punya dana untuk berhaji juga tidak ada niat berangkat ke tanah suci Mekah.

“Pakai sistem talangan,”kata KH. Washil seusai mendengar alasan saya kenapa tidak berangkat berhaji.

Sebagai santri tentu saja saya tidak bisa menolak ajakan KH. Washil —yang memang saya kagumi— untuk berangkat haji pada tahun 2007. Berangkat ke tanah suci Mekah bersama KH. Washil, kiai yang saya hormati dan kagumi terang sebuah keistimewaan bagi saya. Selama di Mekah, saya selalu berusaha berdekatan dengan sosok kiai yang juga penggemar seni dan lagu-lagu penyanyi Umi Kulsum ini. Saya pun berusaha mengikuti ke mana pun beliau akan bepergian. Tidak seperti jamaah lain, selama dalam perjalanan di Mekah beliau selalu memasuki toko kitab, tentu saja ke toko kitab KH. Washil tidak hanya sekadar melihat-lihat tapi membelinya dengan jumlah yang tidak sedikit. Kitab-kitab yang dibelinya itu kemudian beliau titipkan kepada setiap jamaah haji dari Jember untuk membawakannya.

Kisah lain yang berkaitan dengan ketauladanan KH. Washil adalah ketika suatu hari belau hendak pergi sholat jumat: diceritakan, beliau menaiki sepeda motor dari kediamannya, Sumber Wringin Jember untuk menunaikan solat jumat. Di perempatan, KH. Washil melihat seorang ibu sambil menggendong anak tengah meminta-minta kepada setiap pengendara, KH. Washil yang berada di antara para pengendara itu merasa terenyuh, lekas KH. Washil menepikan sepeda motornya, beliau panggil perempuan yang meminta-minta itu, kemudian beliau bertanya asal-usul dan tempat tinggal si perempuan itu, ketika mendapati jawaban bahwa; perempuan itu tidak memiliki tempat tinggal KH. Washil mengajak perempuan itu ke kediamannya, perempuan itu diminta tinggal di rumahnya. Konon, di kemudian hari perempuan itu dibuatkan sebuah rumah.

 Dari dua kisah tentang apa yang dilakukan oleh KH Washil dapat kita petik dan tauladani pelajaran berharga dalam menjalani kehidupan sehari-hari: betapa pentingnya terus belajar, berbagi dan menyantuni orang-orang tidak mampu.

KH. Nisful Laila Iskamil
Pengasuh Pondok Pesantren Asy Syifa, Cumedak, Jember, Jawa Timur.

Iklan Duka Cita Ibunda Bupati Nagan Raya

Komentar

Loading...