Mediasi Gagal, ForTil Mundur dari Pelabuhan Calang

Mediasi Gagal, ForTil Mundur dari Pelabuhan Calang
MEDIASI - Dandim Aceh Jaya dan Dandim Aceh Barat bersama Kapolres Aceh Jaya berdiskusi dengan Akrim dihadapan anggota ForTiL, Sabtu dini hari (25/1/20) di Pondok Depa, Pelabuhan Calang. Foto/Cakradunia.co/Fitriadilanta

CAKRADUNIA.CO, Calang – Mediasi yang dilaksanakan sejak Jumat malam hingga Minggu dini hari (26/1/20) antara masyarakat yang tergabung Forum Tiga Wilayah (ForTil) dengan perusahaan Indonesia Ocian Trunk (OIT) untuk mendapat pekerjaan bongkar tiang pancang di pelabuhan Calang gagal.

Untuk mengakhiri aksi mereka, sekitar pukul 02.15 WIB anggota ForTil menyampaikan sikap dan mendoakan agar aparat keamanan sukses menjalankan tugasnya dalam kegiatan bongkar muat dan pengangkutan tiang pancang ke Nagan Raya.

"Mari kita baca al Fatihah untuk kesehatan Kasrem 012/TU, Mapolres 3 Wilayah dan Komandan Kodim Aceh Jaya, Aceh Barat dan Nagan Raya" ujar Tgk Zahidin sambil memandukan doa.

Anggota ForTil yang bergerak dari arah kanan pintu gerbang pelabuhan membawa poster dari karton bertulisan berbagai rasa kekecewaan kepada aparatur negara yang terkesan lebih membela pihak luar ketimbang masyarakat miskin pantai barat Aceh.

"Silahkan Tiang Pancang di bongkar, Kali ini kalian Menang, namun urusan ForTiL dengan IOT dan Humasnya akan berlanjut" teriak Heri yang disambut takbir Allah Akbar.

Setelah menyampaikan berbagai keluhan kepada Kapolres Aceh Jaya yang siaga berseragam dinas dilokasi, kemudian anggota ForTiL membubarkan diri. Sebahagian ada yang bersalaman dengan Kapolres, mohon pamit kembali ke wilayah masing-masing.

Ketua III ForTiL, T.Jamalul HD kepada cakradunia.co di sela-sela aksi penutup Minggu dini hari (26/1/20) mengatakan, memilih mundur dari gerakan pencari kerja kali ini.

“Ya kami mundur kali ini, karena yang berhadapan dengan ForTiL bukan yang diperlukan seperti aparat kepolisian dan TNI,”katanya.

“Kami menghindari benturan dalam aksi  ini. Upaya IOT untuk membenturkan kami dengan aparat keamanan, manyoritas kami ketahui orang Aceh dan Humas IOT  juga orang lokal. Maka, kami tarik diri sebab bukan itu sasaran kami, meski beberapa kali sempat tegang dengan polisi di gerbang pelabuhan,” tambahnya.

Aksi penutupan di pelabuhan Calang, Minggu dini hari (26/1/20). Foto/Cakradunia.co/Fitriadilanta

 Menurut Jamalul, Jumat malam Dandim Aceh Barat pernah datang ke gerbang pelabuhan Calang menjumpai Akrim, ketua umum ForTiL untuk dicari jalan keluar. Kemudian bergabung Kapolres dan Dandim Aceh Jaya, hasil diskusi, Sabtu besok (25/1/20) akan diadakan pertemuan di Aceh Barat dengan pihak IOT pada pukul 10.00 WIB, berhubung Heriyanto dari IOT ibadah, maka digeser ke sore hari sekitar pukul 17.00 WIB.

“Dari pihak IOT hadir Heriyanto dan Humasnya, Nurdin S yang lebih dikenal dengan sebutab Raja Rimba, dari perusahaan yang direkomendasikan ForTiL hadir Akrim dan dua orang pengacara. Sedangkan pihak mediator Kasrem dan Dandim tiga wilayah. Hasilnya pihak IOT tetap tidak mau melepaskan pekerjaan bongkar muat dan angkutan tiang pancang ke ForTil,” ungkap Pak Den, begitu panggilan akrabnya

Karena tidak ada titik temu, kata Jamalul, massa ForTiL untuk sementara menarik diri dan menyusun rencana lanjutan.

“Kepada semua pihak yang telah membantu kami minta terimakasih dan bila ada yang tak nyaman kami mohon maaf, semoga pembongkaran tiang pancang berjalan baik yang dikerjakan PT.Prolog Bumi Indonesia anak Perusahaan IOT,” tutupnya.

Fitriadilanta

Komentar

Loading...