Masyumi Sorot Kasus KM 50 Tol Cikampek & Larang Bikin Rekening Bank Riba

Masyumi Sorot Kasus KM 50 Tol Cikampek & Larang Bikin Rekening Bank Riba
Ketua Majelis Syuro Partai Masyumi, Abdullah Hehamahua

CAKRADUNIA.CO, Jakarta – Partai Masyumi sering disebut Masyumi ‘reborn’, menggelar rapat. Banyak hal dibahas, mulai dari sorotan terhadap kasus KM 50 Tol Cikampek, larangan kader untuk membuka rekening bank riba, hingga larangan tepuk tangan.

Orientasi dan Rapat Kerja Nasional DPP Partai Masyumi digelar di Hotel Balairung Jl Matraman Raya, Jakarta Timur, dan disiarkan kanal YouTube 'Masyumi Memanggil', Sabtu (24/4/2021).

Ketua Umum Partai Masyumi, Ahmad Yani menyatakan kekecewaannya terhadap penanganan kasus KM 50 Tol Cikampek. Dia tidak puas dengan rekomendasi Komnas HAM yang menyatakan peristiwa itu bukan pelanggaran HAM berat.

"Kasus KM 50 ini jelas merampas, jelas menghina, memperkosa hak-hak sebagai warga negara yang berdaulat. Kita juga kecewa dengan rekomendasi Komnas HAM. Mudah-mudahan pelaku HAM berat itu dapat kita seret ke pengadilan," kata Ahmad Yani.

Ketua Majelis Syuro Partai Masyumi, Abdullah Hehamahua, kemudian berdiri di mimbar dan berbicara soal sejarah perjuangan politikus Islamis di awal kemerdekaan Indonesia. Tokoh-tokoh Islamis memperjuangkan Islam sebagai dasar negara. Abdullah mengklaim IJ Kasimo sebagai pemimpin Partai Katolik setuju dengan Islam sebagai dasar negara.

"Saudara-saudara, Presiden Jokowi, Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin, Menkopolhukam, dengar, bahwa Partai Katolik dipimpin oleh Kasimo menerima Islam sebagai dasar negara," kata Abdullah sambil mengacung-acungkan telunjuk ke atas.

Selanjutnya, Abdullah Hehamahua melarang kader-kader Masyumi untuk bertepuk tangan karena itu budaya Yahudi:

Para peserta rapat kemudian memekik takbir. Terdengar pula suara tepuk tangan. Abdullah Hehamahua mencegah kader Masyumi bertepuk tangan, karena tepuk tangan adalah budaya Yahudi.

"Maaf, ciri Masyumi tidak ada tepuk tangan. Ciri Masyumi adalah takbir. Tepuk tangan adalah budaya Yahudi. Saya mohon betul sesudah ini tidak ada lagi dalam acara-acara Masyumi tepuk tangan. Tapi, ciri Masyumi adalah takbir," kata Abdullah. Setelah itu, terdengar pekik takbir.

Selanjutnya, Abdullah menyoroti riba. Riba sama saja menzinahi ibu sendiri. Riba adalah rahasia Indonesia tidak pernah berkah. Maka, dia memerintahkan kader Masyumi untuk tidak membuka rekening riba, sembari merekomendasikan sejumlah bank syariah.[dtk]

Komentar

Loading...