Masyarakat Teupin Raya Tutup Akses Jalan PT Medco

Masyarakat Teupin Raya Tutup Akses Jalan PT Medco
Warga menutup akses jalan ke PT Medco. Foto/cakardunia.co/Rachman

CAKRADUNIA.CO, Idi Rayeuk - Masyarakat Gampong Teupin Raya, Kecamatan Julok, Aceh Timur,  kembali memblokir akses jalan PT Medco E& P Malaka. Senin,( 26/10) dari pukul 09:10 hingga 14:30 WIB. 

Pemblokiran jalan tersebut dilakukan masyarakat atas dugaan pencemaran limbah cair PT. Medco melalui aliran sungai yang mengakibatkan berubahnya warna air sungai sehingga tidak bisa dimamfaatkan oleh masyarakat.

Tgk. Muhammad Nur, selaku yang mewakili warga mengungkapkan kekecewaannya kepada manajemen PT Medco yang terus –terusan tidak mengakomodir permintaan masyarakat agar tidak terjadinya pencemaran limbah cair di aliran sungai.

“Warnanya saja sudah hijau, dan masyarakat tidak berani menggunakan air sungai meskipun itu untuk mandi,”ungkapnya 

Dalam aksi yang dilakukan puluhan masyarakat Gampong Teupin Raya menutut agar pihak Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Aceh Timur untuk mengecek lokasi pencemaran limbah cair sehingga masyarakat tidak merasa was-was terhadap kondisi air sungai.

“Kalau betul limbah tersebut dari PT Medco, Bupati Aceh Timur melalui dinas terkait harus memberikan sanksi, jangan seolah olah Pemerintah menutup mata terhadap kondisi rakyatnya,” tambahnya.

Masyarakat saat minta tanggapan  pihak perusahaan terkait dugaan limbah yang mengalir ke aliran sungai hingga airnya tidak dapat dimanfaat oleh masyarakat Gampong Teupin Raya, Kecamatan Julok, Aceh Timur. Foto/cakradunia.co/Rachman

Sementara Itu, Tgk Saiful warga setempat menjelaskan bahwa ini sudah untuk keempat kalinya masyarakat memblokir jalur PT Medco, agar menanggulangi permasalahan aliran sungai yang sudah berubah warna. 

“Tuntutan masyarakat terhadap manajemen PT Medco agar menutup secara total jalur pembuangan limbah melalui aliran sungai,” tegasnya

Sedangkan tanggapan dari PT Medco di lokasi kejadian melalui Humasnya Abdul Hamid mengungkapkan bahwa pihaknya tidak bisa mengambil keputusan tentang hal ini tanpa melakukan koordinasi dengan manajemen 

“Jadi tolong berikan waktu untuk kami agar terkait tuntutan masyarakat dan pihak perusahaan akan memberikan jawaban nanti di tanggal 10 November 2020,” katanya.

(Rachman)

Iklan Covid-19 Aceh Timur

Komentar

Loading...