Maret, Buku Catatan Warisan Aceh, Karya Prof Siti Zainon Diluncurkan di Banda Aceh

Maret, Buku Catatan Warisan Aceh, Karya Prof Siti Zainon Diluncurkan di Banda Aceh
Prof Siti Zainon Ismail, penyair negara Malaysia

CAKRADUNIA.CO, Banda Aceh – Buku catatan warisan seni dan budaya Aceh "Suara dari Hujung Tambak" karya Prof. Siti Zainon Ismail yang diterbitkan oleh Dewan Bahasa dan Pustaka (DBP) Malaysia, direncanakan akan diluncurkan dalam Seminar Persuratan Melayu Malaysia-Aceh di Rumoh Aceh dalam Komplek Masjid Haji Keuchik Leumiek, Lamseupeung Banda Aceh, Sabtu pagi, 14 Maret 2020 mendatang.

Menurut Koordinator Acara Helmi Hass, selain buku Prof Siti Zainon juga akan diluncurkan kembali buku Prof. A. Hasjmy "Ruba’i Hamzah Fanzuri", Sufi Abad ke-17 dan dua buku Datuk Prof. Mohamed Hatta Shaharom, masing-masing buku "Ombak Aceh Tsunami Insani" dan buku "Anak Gunung Selat Sunda" dari Dewan Bahasa dan Pustaka Malaysia.

Usai peluncuran buku dilanjutkan dengan penandatangan MoU antara Dewan Bahasa dan Pustaka Malaysia dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Universitas Teuku Umar Meulaboh dan Yayasan Ali Hasjmy Banda Aceh.

“Setelah shalat zhuhur dilanjutkan dengan bicara karya yang pembicaranya dari Aceh dan Malaysia,”kata Helmi Hass yang juga Direktur Eksekutif Lapena.

Buku warisan dan budaya Aceh: Suara dari Hujung Tambak

Peluncuran buku ini, sebutnya, merupakan kerjasama Dewan Bahasa dan Pustaka Malaysia dengan Pengurus Masjid Haji Keuchik Leumiek dan lembaga budaya Lapena Banda Aceh.

Temu Sastrawan Malaysia-Aceh

Sedangkan pada hari Minggu pagi, 15 Maret 2020 akan dilakukan kajian manuskrip Melayu koleksi Prof. Ali Hasjmi di Yayasan Pustaka Ali Hasjmy Banda Aceh.  Pembicara pada sesi pertama dengan tema “Sastra Budaya Malaysia-Aceh”  oleh Prof. Siti Zainon, penyair negara Malaysia dan utusan Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh.

Pada sisi kedua dengan tema “Situasi Terkini Kesusastraan Malaysia-Aceh, pematerinya  dari Gabungan Penuli Nasional (Gapena) Malaysia dan penyair nasional D Kemalawati dari Lapena Banda Aceh.

Selanjutnya sekitar pukul 14.00 WIB diadakan pertemuan sastrawan dan budayawan Malaysia – Aceh di Taman Seni dan Budaya Aceh (TBA) dan malamnya ditutup dengan baca puisi bersama di TBA.  

Dedi Fathurrahman

Komentar

Loading...