Mahasiswi Unsyiah Bantu Warga Meulaboh Cegah Penularan Covid-19

Mahasiswi Unsyiah Bantu Warga Meulaboh Cegah Penularan Covid-19
Mutiara Marni  (21) mahasiswi Fakultas Hukum Unsyiah ketika mensosialisasi bagaimana cara memutus rantai penularan covid-19 dan memberikan masker kepada salah seorang pedagang di pasar kota Meulaboh. Ist

CAKRADUNIA.CO, Meulaboh-  Di tengah perkembangan wabah Covid-19 telah merasuk hingga ke pedesaan, gampong-gampong di Aceh Barat terus meningkatkan upaya pencegahan guna memutus mata rantai penularan wabah virus corona ini.

Tak terkecuali, mahasiswa yang melaksanakan kuliah kerja nyata (KKN) tematik covid-19 Unsyiah tahun 2020 di Aceh Barat juga diarahkan untuk melakukan program pencegahan, penanggulangan dan edukasi kepada masyarakat terkait wabah virus tersebut.

Seperti yang dilakukan oleh Mutiara Marni,  (21) mahasiswa Fakultas Hukum Unsyiah angkatan 2017 yang sedang mengikuti KKN tematik covid-19 di Gampong Ujong Baroh, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat.

Dalam suasana covid-19, Muti, begitu sapaan akrab Mutiara Marni merangkai upaya pencegahan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dalam waktu kurang lebih 60 hari di Gampong Ujong Baroh yang merupakan tempat ia berdomisili.

Kegiatannya membantu sejumlah program gampong seperti membagikan masker, membagikan cairan disinfektan kepada warga termasuk membagikan brosur edukasi pencegahan serta penanggulangan covid-19 kepada masyarakat. Selain itu ia juga menamam berbagai jenis tanaman herbal di area kantor desa setempat.

"Saya sebenarnya agak sedikit canggung berbicara di bidang pertanian, karena jurusan saya Ilmu hukum, tapi karena tema KKN kali ini pencegahan covid-19, maka saya berinisiatif membuat taman herbal supaya bisa dimanfaatkan oleh warga nantinya dalam menjaga imunitas tubuh untuk menghindari terpaparnya virus corona" kata  Muti di Meulabo, Rabu  (1/7/20).

Muti bersama seorang warga Gampong Ujung Baroh, Meulaboh. Ist

Dijelaskannya, jenis tanaman yang bermanfaat untuk meningkatkan imunitas tubuh sebagaimana sempat viral di dunia maya beberapa waktu lalu berupa tanaman jahe, lengkuas, jahe merah, temu putih, batang sereh, kunyit, kencur dan temulawak.

Suasana covid-19  tidak menyurutkan semangat Muti. Selain untuk menyelesaikan kuliah, melalui program KKN tematik covid-19 ini semoga ada nilai manfaat bagi warga.

“Apalagi ini gampong tempat saya berdomisili. Lahan yang ditanami pun milik gampong, kedepan tanaman dapat dimanfaatkan oleh semua orang, khususnya warga Ujong Baroh. Alhamdulillah tanaman sudah mulai tumbuh, untuk saat ini masih dalam pengawasan. Setiap hari masih harus dilakukan penyiraman," urainya.

Terakhir dijelaskan Muti, kegiatan lain seperti pembagian masker dan penanaman tanaman herbal, bekerja sama dengan pihak gampong dan pengurus PKK setempat.

Ada sebagian kegiatan yang inisiatif sendiri oleh Muti dan ada juga kegiatan yang bekerja sama. Karena KKN kali ini, sebutnya, berbeda dengan sebelumnya, dimana masing-masing mahasiswa KKN ditempatkan di daerah asal.

Sehingga dia melakukan kegiatan ini sendiri, berhubung rekan kelompok saya tidak berdomisili di Ujong Baroh. Dia mengharapkan semua ini dapat bermanfaat bagi masyarakat dan bisa menjadi bagian dari upaya bersama untuk mencegah penularan covid-19 agar segera berakhir di Aceh Barat.

Sementara itu, Keuchik gampong Ujong Baroh, Daswin mengatakan keberadaan mahasiswa yang melakukan KKN di desanya itu ikut membantu tugas-tugas aparatur gampong setempat karena telah melaksanakan berbagai kegiatan yang bermanfaat.

Darwin mengakui kehadiran mahasiswa KKN sangat bermanfaat bagi gampong, seperti kegiatan sosialisasi tentang bahaya dan pencegahan virus corona, pembagian masker dan lain-lain.

“Harapan kami semoga ilmu yang diperoleh disini bisa membantu menyelesaikan sebagian tugas akhir kuliahnya, setelah studynya selesai semoga bisa dimanfaatkan dengan baik untuk masyarakat, " katanya. (nm)

Komentar

Loading...