LSS Reboeng Akan Terbitkan Cerita Pendek Anak

LSS Reboeng Akan Terbitkan Cerita Pendek Anak

Indonesia yang dikenal sebagai negara bahari tidak sekadar kaya akan flora dan fauna, tapi juga kaya dengan legenda-legenda, foklor, seni dan budayanya yang, sayangnya kita hanya mendengarnya secara lisan meski sebagian kecil sudah dituliskan. Di luar kekayaan legenda, seni, tradisi, dan budaya tentu tidak kalah menarik dan unik dinamika kehidupan masyarakat pesisir itu sendiri.

“Kehidupan nelayan mencari ikan, ibu-ibu yang mengumpulkan hasil tangkapan, anak-anak yang belajar melaut serta mengenal banyak kehidupan di bawah air, sungguh menarik untuk ditulis,” ujar Nana Ernawati founder Lembaga Seni dan Sastra Reboeng.

Kehidupan masyarakat pesisir memang jarang diangkat dalam karya-karya sastra, cerpen khususnya dalam genre cerita anak, kalau pun ada itu tidak banyak dan perlu direvitalisasi dengan penulisan konteks sekarang, sehingga kisah maupun cerita lebih menarik.

"Atas alasan itulah, Lembaga Seni dan Sastra Reboeng merasa tertantang untuk membuat sebuah buku kumpulan kisah dan cerita pendek tingkat anak-anak, maksudnya cerita itu ditulis oleh anak-anak usia 9-12 tahun." kata Nana yang juga pemerhati sastra anak-anak.

Menurut Nana Ernawati, penyair yang puisi-puisinya masuk dalam buku kumpulan puisi Tonggak III suntingan penyair Linus Suryadi Ag. karya-karya sastra anak-anak baik puisi maupun cerpen sangat sedikit. "Padahal dinamikan kehidupan masyarakat nelayan sangat unik. Begitu pun dengan kekayaan foklor, legenda, dan metos yang selama ini hanya diceritakan secara lisan.

Nana Ernawati

Kegiatan dengan tema Kisah-Kisah dari Bawah Laut Bahari ini selain bertujuan meningkatkan literasi di kalangan anak-anak nelayan juga bertujuan menggali tradisi, seni, sosial dan budaya masyarakat pesisir di mata anak-anak.

Untuk itulah Lembaga Seni dan Sastra Reboeng meminta kepada siswa-siswi SD, Paket A, dan MI atau anak-anak berusia 9-12 tahun di seluruh penjuru Tanah Air untuk mengikuti kesempatan menarik tersebut dengan menulis tentang laut, kehidupan pantai dan hal-hal yang berhubungan dengan Negeri Bahari, terkait rencana tersebut, naskah akan kami terbitkan dalam buku “Kisah-Kisah Dari Bawah Laut Negeri Bahari”.

Kegiatan ini terbuka untuk anak-anak berusia 9-12. Naskah merupakan karya sendiri dan ditulis oleh siswa-siswi tingkat SD atau sederajat. Pengiriman kisah dan cerita pendek ini akan dibuka mulai tanggal 20 Juli melalui email: [email protected] Batas pengiriman naskah sampai tanggal 20 Agustus 2020. Naskah akan dikurasi oleh Nana Ernawati dan redaktur majalah sastra Horison, Mahwi Air Tawar. (df)

Komentar

Loading...