LSM SuLing Hutan Puji Dinas LH Aceh Barat Danai Tanam 500 Pohon

LSM SuLing Hutan Puji Dinas LH Aceh Barat Danai Tanam 500 Pohon
Salah seorang dari Dinas LH Aceh Barat saat merawat pohon yang baru ditanam.

CAKRADUNIA.CO, Meulaboh - Bersinergi dalam menjaga kawasan hijau sangat perlu dibangun dan didukung dinas terkait disetiap kabupaten kota di Aceh. Sehingga program kota hijau  dengan porsi ruang terbuka hijau (RTH) 30 persen akan mudah tercapai. 

Direktur Lembaga Swadaya Masyarakat Suara untuk Lingkungan dan Hutan ( SuLing Hutan) Meulaboh Aceh,  Fuadi Satria kepada cakradunia.co, Kamis (5/12/19) mengatakan, dalam proses menciptakan alam hijau membutuhkan anggaran dan perawatan. Hal yang luar biasa dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup Aceh Barat, dengan dana yang minim bisa melakukan penghijauan dan perawatan. 

"Berdasarkan informasi yang kita terima  DLH  Aceh Barat dengan anggaran Rp 30 juta mampu menanam 500 pohon yang dipagari. Ini luar biasa," kata Dimas, begitu nama akrab sehari-hari dipanggil.

Ketentuan agar kota memiliki 30 persen RTH sudah diatur sejak 2007 melalui Undang-Undang (UU) Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. Baik itu mengatur proporsi RTH pada setiap kota, yakni paling sedikit 30 persen dari luas wilayah kota.jelasnya 

"Kita apresiasi terhadap apa yang telah di lakukan oleh DLH, ini sebuah upaya menciptakan alam hijau dan patut dicontoh oleh dinas lainnya di bumi Teuku Umar" ucapnya 

UU Penataan Ruang juga menyebut harus ada minimal 20 persen RTH publik dari luas wilayah kota yang tersedia di masing-masing daerah. Aturan itu membagi RTH ke dalam dua jenis yakni ruang terbuka publik dan privat.

Banyak elemen terlibat menanam pohon termasuk jurnalis Aceh Barat

Aceh Barat memiliki beberapa operasi perusahan baik tambang emas, tambang batu bara, galian C, dan perkebunan kelapa sawit. Untuk itu, dinas perlu pro aktif memantau lingkungan di zona operasi perusahaan, jangan sampai lepas dari kendali karena kelestarian alam dan asri menjadi harapan bersama kedepannya.

LSM dan komunitas peduli lingkungan juga harus digandeng dan diberikan anggaran agar gerakan peduli lingkungan ini dapat berperan lebih aktif, dengan banyak pihak peduli lingkungan maka semakin terbantu pemerintah dalam menjalankan fungsi pembinaan terutama dalam merawat lingkungan dan hutan.

"Yang penting jangan wow (heboh) saat  seremonial saja. Tapi, tidak ada perawatan pohon yang telah di tanam dan penyadaran terhadap masyarakat dalam menjaga lingkungan, " kata mahasiswa STAIN

Sebelumnya pada tanggal 28 November 2019 Dinas Lingkungan Hidup Aceh Barat melaksanakan kegiatan Hari Penanaman Pohon se- Indonesia sekaligus peringati Hari Lingkungan Hidup Dunia pada Juni 2019 di pantai Lhok Bubon Kecamatan Samatiga, dalam kegiatan tersebut digelar upacara dengan menghadirkan SKPK, LSM dan perusahaan terkait lainnya serta masyarakat. 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Aceh Barat, Mulyadi S,Hut kepada media usai upacara mengatakan, kegiatan Hari Penanaman Pohon SE Indonesia diawali dengan upacara, penanaman pohon dengan pemagaran, pembersihan pantai , pembagian kaos kampanye lingkungan dan sejumlah kegiatan lainnya dengan tujuan utama mendukung kawasan wisata pantai yang asri, indah dan hijau.

"Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan DLH hanya menghabiskan anggaran Rp 30 juta. Namun, semua terlaksana dengan baik termasuk menanam 500  pohon dan memagarkannya," ujar Kadis

Mulyadi mengakui ada dukungan pohon dari pihak lainnya selain yang dibeli oleh DLH, bantuan diberikan oleh perusahaan tambang dan kebun, kemudian penanaman melibatkan masyarakat setempat termasuk merawatnya, pihaknya berterimakasih kepada semua pihak yang telah ikut pertisipasi dalam melestarikan lingkungan dan pantai.

Fitriadilanta

Iklan Covid-19 Aceh Timur

Komentar

Loading...