Lesbumi Jember Salurkan 200 Paket Sembako Korban Banjir

Lesbumi Jember Salurkan 200 Paket Sembako Korban Banjir
Pengurus Lesbumi Jember siap menyalurkan bantuan korban banjir di Kabupaten Jember. Ist

CAKRADUNIA.CO, Jember - Lembaga Seni Budaya Muslimin (Lesbumi) PCNU Jember turut terpanggil untuk menyalurkan bantuan kepada korban yang terdampak banjir. Lembaga yang bergerak di bidang seni dan budaya ini memberikan 200 paket sembako. Paket tersebut diserahkan di posko tanggap darurat dan bencana alam PCNU Jember.

Siswanto, S.Pd, M.A.,  ketua Lesbumi Jember mangatakan bahwa kebudayaan dan kemanusiaan melekat erat dan tidak dapat dipisahkan. Bahkan, puncak tertinggi kebudayaan adalah kemanusiaan.

"Sudah selayaknya kami (Lesbumi) juga merasa terpanggil, karena Lesbumi merupakan bagian dari mereka," ungkapnya.

Menurut Muhammad Lefand, Sekjen Lesbumi  bahwa donasi kebudayaan Lesbumi NU Jember merupakan hasil dari para donatur lintas agama dan kota di Timur Jawa.

 " Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para donatur, baik dari Lumajang, Bali, Bondowoso dan khususnya Komunitas Penulis PBSI FKIP UNEJ. Dukungan dan bantuan ini pasti sangat bermanfaat bagi masyarakat yang terdampak banjir," tuturnya.

Bencana Paket sembako diterima langsung oleh Lukman Hakim, salah satu tim pasukan khusus Banser Jember. Ia mengucapkan banyak terima kasih atas donasi yang telah diberikan. Menurutnya, Lesbumi Jember merupakan lembaga kedua di bawah naungan pengurus NU yang hadir memberikan bantuan terhadap korban bencana alam.

Selain itu, Lukman juga menjelaskan secara singkat bahwa penyebab banjir karena meningkatnya intensitas curah hujan yang mengguyur Kabupaten Jember dalam beberapa hari terakhir membuat beberapa daerah terdampak banjir, khususnya daerah Wonoasri Tempurejo.

“Debit air yang melimpah tak dapat dielakkan dan masuk ke pemukiman warga. Dampak banjir yang terparah terjadi di Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo. Akan tetapi, hari ini cuaca cerah berawan, air yang menggenangi rumah warga mulai berkurang. Hal tersebut dikarenakan intensitas curah hujan mulai menurun dalam dua hari terakhir. Namun, perlu adanya regulasi khusus untuk menangani bencana banjir dan dampaknya, khususnya stabilitas ekonomi warga petani,” pungkasnya.

Hal ini diperkuat keterangan warga sekitar, bahwa banjir terjadi akibat normalisasi sungai yang tidak stabil. Beberapa bendungan yang mengaliri beberapa anak sungai tersumbat reranting kayu akibat penebangan pohon dan alih fungsi lahan.[mw]

Komentar

Loading...