Lamban Respon PT Medco, BPP Julok: Petani Mane Rampak Rugi Lebih 50 Persen

Lamban Respon PT Medco, BPP Julok: Petani Mane Rampak Rugi Lebih 50 Persen
Kepala BPP Julok, Adnani S.P (kanan) dan POPT PHP BPP Julok, Gampong Buket Seuraja Mariana saat memberi keterangan kepada media ini. Foto/Cakradunia.co/Rachman

Humas Medco: Kerugian Petani Perlu Kami Kaji Lagi

CAKRADUNIA.CO, Idi Rayeuk - Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Julok (BPP Julok), telah memastikan bahwa puluhan petani di Gampong Mane Rampak, Kecamatan Julok, Aceh Timur mengalami kerugian hasil panen hingga lima puluh persen lebih. Kondisi ini muncul akibat lamban sekali respon PT Medco E&P Malaka.

Seperti diberitakan sebelumnya, kerugian puluhan petani akibat sedimentasi dari lapangan sumur minyak dan gas AR-1 Alue Rambong milik PT Medco E&P Malaka Blok A yang berbatasan langsung dengan saluran pembungan air sawah di gampong tersebut.

Adnani S.P Kepala Balai Pertanian dan Penyuluhan kepada media ini mengatakan, Rabu, (14/4/2021) bahwa setelah tim turun ke lokasi didampingi ketua kelompok Tani Aron, Kamis (8/9) lalu, benar ada pendangkalan tanah yang terjadi pada saluran pembuangan air sawah yang menyebabkan sawah tergenang air terlalu lama.

“Kasus yang terjadi pada puluhan petani Gampong Mane Rampak akibat air tergenang terlalu lama dan petani kehilangan hasil produksi padi,” ujarnya di kantor BPP Julok

Mardiana, petugas di BPP Julok pada bagian Pengamat Organisme Penganggu Tanaman dan Pengamat Hama Penyakit (POPT PHP) dapat menyimpulkan bahwa 

kerugian yang dialami oleh petani akibat terlalu lama air tergenang di sawah sehingga menyebabkan kurangnya produksi padi

“Oya jelas, padi itu bukan tanaman air, tetapi padi membutuhkan air, akibat terlalu banyak air membuat peranakan padi membusuk dan tidak berkembang,” ujarnya lagi 

Mardiana menjelaskan bahwa lokasi tersebut biasanya jika intensitas hujan tinggi memang air akan tergenang dua sampai tiga hari. Namun, untuk kasus ini airnya memang tidak bisa mengalir dan tergenang berhari-hari.

"Jika padi secara terus menerus tergenang air, akan mengakibatkan kehilangan hasil produksi padi petani dan di kasus ini, hingga lebih lima puluh persen," pungkasnya

Petugas BPP Julok yang turun ke lokasi Sawah Gampong Mane Rampak,  Kamis,(8/4) antaranya Adnani S.P Kepala BPP Julok, Mardiana POPT PHP, Fatliyah, SST dan Srinita petugas penyuluh pertanian, dan Zainal Abidin Ketua Kelompok Tani Aron Gampong Mane Rampak.

Abdul Hamid: Kerugian Petani Perlu Kami Kaji Lagi. Foto/cakradunia.co/Rachman

Sementara Humas PT Medco E&P Abdul Hamid ketika dimintai keterangan cakradunia.co, Senin (12/4) ketika berada di lokasi sumur gas AS-11 Alue Siwah Serdang menuturkan bahwa keluhan dari petani Gampong Mane Rampak akan di tangani secara proporsional sesuai dengan fakta yang ada.

“Apa yang terjadi disana  kita sudah tanggap keluhan, kemarin kan tidak ada alat berat disana, nanti ada alat berat akan kita kerjakan lokasi tersebut,” ucapnya

Terkait kerugian yang dialami petani, Abdul hamid mengaku pembahasannya belum sampai kesana.

“Perlu ada kajian terkait dengan klaim tersebut, makanya kita selesaikan satu persatu dulu,” pungkasnya 

Rachman

 

Komentar

Loading...