Kota Tua Jakarta Jadi Pusat Sejarah dan Budaya Terpadu

Kota Tua Jakarta Jadi Pusat Sejarah dan Budaya Terpadu
Ilustrasi penataan Kota Tua Jakarta. (Foto: Instagram Anies Baswedan)

CAKRADUNIA.CO, Jakarta – Kenderaan bermotor dilarang melintas di Kota Tua mulai hari ini, Senin (8/2/2021). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedann juga meyakini bahwa Kota Tua juga bisa menjadi pusat sejarah dan budaya Jakarta yang terpadu.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan rekayasa lalu lintas di kawasan tersebut. Wisatawan yang mau jalan-jalan ke Kota Tua, harap memerhatikan ya!

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam akun Instagramnya mengunggah pelarangan kendaraan bermotor melintas di Kota Tua, Jakarta. Karena Pemprov DKI Jakarta menerapkan kebijakan Low Emission Zone (LEZ) atau Kawasan Rendah Emis

"Selain bertujuan untuk mengurangi emisi gas yang ditimbulkan kendaraan bermotor, LEZ ini merupakan awal dari penataan Kawasan Kota Tua, yang diharapkan nantinya dapat menjadi pusat sejarah dan budaya kota Jakarta yang terpadu," kata Anies.

Ya, mulai hari ini area Kota Tua hanya boleh dilintasi traveler pejalan kaki, pesepeda, angkutan umum, dan kendaraan berstiker khusus yang beroperasi di dalam kawasan. Penerapannya berlaku 24 jam.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan penerapan itu dilakukan selama 24 jam bagi semua kendaraan.

"Ini untuk menunjang kegiatan LEZ, akan dilakukan pengalihan arus lalu lintas di sekitaran Kota Tua," kata dia.

Bagi para pegawai yang berkantor di Kota Tua bisa memanfaatkan angkutan ramah lingkungan yang disediakan.

"Kepada para pegawai yang berkantor di Kawasan Wisata Kota Tua dan masyarakat yang akan mengunjungi Kawasan Wisata Kota Tua dapat memanfaatkan layanan angkutan umum yang disediakan, seperti Commuter Line turun di Stasiun Jakarta Kota, Bus Transjakarta beserta feeder, atau kendaraan tidak bermotor seperti sepeda," tambahnya.

Bagi pengunjung disediakan area parkir yakni di Area Parkir Taman Kota Intan dan Pelataran Parkir Glodok. Area parkir disediakan terbatas karena diharapkan masyarakat dapat beralih menggunakan angkutan umum yang telah disediakan.

Seperti diketahui, Kota Tua Jakarta di masa lalu merupakan kota rebutan yang menjadi simbol kejayaan bagi siapa saja yang mampu menguasainya. Pada abad ke-16 wilayah ini dijuluki "Permata Asia" dan "Ratu dari Timur" oleh pelayar Eropa, Jakarta Lama dianggap sebagai pusat perdagangan untuk Benua Asia karena lokasinya yang strategis dan sumber daya melimpah.

Kota Tua Jakarta, kini menjadi salah satu destinasi wisata favorit warga Jakarta dan sekitarnya untuk menghabiskan akhir pekan atau sekadar berjalan-jalan santai. Di sini para wisatawan dapat melihat deretan bangunan atau gedung-gedung kuno peninggalan sejarah Batavia yang menjadi ikon tersendiri di kawasan tersebut. Mulai dari Museum Fatahillah, Museum Bank Indonesia, hingga Jembatan Kota Intan.

Kawasan yang memiliki luas 13, kilometer persegi ini biasa digunakan sebagai tempat untuk berburu spot-spot yang ikonik dan menari. Selain itu, di tempat ini juga bisa mempelajari sejarah-sejarah masa kuno dan berbagai budaya, serta barang peninggalan para pahlawan di Kawasan Kota Tua ini.[okz]

Komentar

Loading...