Kosumsi Obat Hipertensi dan Diabetes Tak Merusak Ginjal

Kosumsi Obat Hipertensi dan Diabetes Tak Merusak Ginjal
Ilustrasi.net

CAKRADUNIA.CO – Mengenai penyakit gagal ginjal, salah satu persepsi yang beredar luas di kalangan masyarakat selama ini adalah soal dampak negatif penggunaan obat dalam jangka waktu lama.

Banyak yang menganggap bahwa mengonsumsi obat-obatan, seperti obat hipertensi dan diabetes, bisa menyebabkan kerusakan organ ginjal sampai titik menjadi ginjal kronik yaitu penurunan fungsi ginjal atau adanya kerusakan struktur ginjal yang progresif serta berlangsung lebih dari tiga bulan.

Tapi tahukah Anda bahwa sebenarnya persepsi tersebut keliru? Sebab, seperti disebutkan dr Aida Lydia PhD SpPD-KGH, dokter spesialis penyakit dalam sekaligus ketua Perhimpunan Nefrologi Indonesia, yang berkontribusi bisa merusak organ ginjal nyatanya bukanlah konsumsi obat, melainkan dari penyakitnya itu sendiri.

"Di Indonesia itu gagal ginjal terbanyak disebabkan oleh hipertensi dan diabetes. Dua penyakit ini harus dikontrol dengan pola hidup sehat dan diet anjuran dokter. Kalau enggak cukup, maka harus minum obat-obatan. Obat-obatan yang diberikan untuk penyakit ini aman dan banyak pilihan yang baik," kata dr Aida dalam konferensi pers virtual 'Peringatan Hari Ginjal Sedunia 2021: Hidup Berkualitas dengan Penyakit Ginjal', Rabu (10/3/2021).

"Merusak ginjal itu penyakitnya, kalau ada hipertensi dan diabetes. Itu yang membuat kerusakan pada organ ginjal," jelasnya.

Dokter Aida tidak menampik jenis obat tertentu memang bisa menyebabkan ginjal rusak. Tapi, konsep ini tidak berarti berlaku rata dalam penggunaan semua jenis obat.

"Obat-obatan pada umumnya kan diberikan dokter sesuai kebutuhan pasien, sudah ditimbang manfaatnya. Enggak semua obat itu merusak organ tubuh, hanya obat tertentu. Contohnya, obat penghilang nyeri. Kalau mengonsumsi ini secara terus-menerus atau beli sendiri tanpa panduan dari dokter, nah ini yang berisiko menyebabkan kerusakan ginjal," pungkasnya. [okz]

Komentar

Loading...