Korban Racun Gas PT Medco Dirujuk ke RS Bertambah 4 Orang

Korban Racun Gas PT Medco Dirujuk ke RS Bertambah 4 Orang
Dua pasien korban racun gas PT Medco sedang dirawat di UPTD Puskesmas Keude Geurubak, Aceh Timur, Sabtu (10/4/21). Foto/Cakradunia.co/Rachman

CAKRADUNIA.CO, Idi Rayeuk- Ada empat tambahan korban racun gas PT Medco E & P Malaka yang dirawat di Puskesmas Keude Geurubak sejak kemarin,dirujuk ke RSUD dr Zubir Mahmud, sehingga sudah 13 pasein yang dirawat insentif di sana.

Keterangan itu disampaikan oleh Kepala UPTD Puskesmas Keude Geurubak, Rasyidin, SKM. Ke-empat pasien tersebut sudah dirujuk, Saiful Bahri (43), Jamaliah (34), Muhammad (16) dan Linawati (21), mereka mengalami demam, sesak nafas dan pusing, semua mereka butuh penangan serius.

"Sampai pukul 14:00 WIB, pasien korban keracunan  gas PT Medco bertambah 4 orang, mereka sudah dirujuk ke RSUD dr Zubir Mahmud," ujar Rasyidin.

Selain itu, tambahnya, tadi pagi ada enam pasein sesak nafas dan muntah-muntah yang mendapatkan perawatan di Puskesmas.

"Diantara enam pasein yang masih dilakukan observasi dua orang di ruang UGD, sisanya sudah kembali ke posko pengungsian setelah kondisi mereka membaik," ujarnya.

Warga Gampong Panton Rayeuk T korban gas PT Medco mengungsi di halaman Kantor Camat Banda Alam, Aceh Timur. Foto/Cakradunia.co/Rachman

Sementara itu, warga Gampong Panton Rayeuk T,  Sukasdi (46) meminta kepada pihak PT Medco, untuk segera bisa memastikam kestrerilisasi dilokasi kejadian penyebaran kebocoran gas milik PT Medco, agar mereka bisa kembali ke kampung halaman dan kembali bisa bekerja.

"Kami mohon kepastian kondisi udara dan kapan bisa kembali pulang ke rumah. Apalagi dalam dua hari ini menyambut meugang dan puasa," katanya di tenda pengungsian di komplek kantor camat.

Nada yang sama juga disampaikan, Tgk Usman Imun Gampong, hingga kini masih merasa was-was dengan kondisi udara  yang tercemar gas beracun yang keluar dari sumur gas PT Medco.

"Tolong pimpinan Medco segera informasikan kondisi ril udara di gampong kami, apakah sudah tak bocor lagi pipa gas sumurnya. Tolong ya, segera kasih tahu kami, kami mau pulang ke kampung," katanya penuh harap.

Rachman

Komentar

Loading...