Korban Banjir Bireuen Dapat Bantuan, Warga Minta Saluran Segera Diperbaiki

Korban Banjir Bireuen Dapat Bantuan, Warga Minta Saluran Segera Diperbaiki
Plt Bupati Bireuen, Muzakkar A Gani, bersama kepala dinas terkait meninjau jalan dan tanggul irigasi yang ambruk di Jalan Pasar Induk Cureh, Kota Juang, Bireuen, Aceh, Selasa (2/6/2020). Foto/SI/Farizal H

CAKRADUNIA.CO, Bireun -  Belasan KK korban banjir genangan akibat luapan jebolnya saluran irigasi di Cureh, Bireuen mendapat bantuan masa panik dari Dinas Sosial Bireuen melalui Tim Reaksi Cepat (TRC) serta relawan, Selasa (2/6/2020).

Kadis Sosial Bireuen, Mulyadi SE MM melalui Kabid Rehabilitasi dan Jaminan Sosial kepada media mengatakan, bantuan masa panik untuk korban rumah tergenang sudah diserahkan, Selasa kemarin.

Menurutnya, banjir genangan karena luapan sudah mulai surut, sejumlah warga mulai membersihkan rumahnya. Ada 11  unit rumah di Dusun Cureh Barat, Desa Cureh/Geulanngang Gampong, Kota Juang Bireuen yang terendam banjir luapan saluran irigasi terjadi sekitar pukul  07.00 WIB, Selasa (2/6/2020).

“Bantuan masa panik sudah kami salurkan, banjir genangan sudah surut. Kita mengharapkan hujan tidak turun lagi,”katanya.

Secara terpisah Keuchik Gampong Cureh, Akmal menyebutkan, banjir genangan terjadi setelah dinding saluran buangan Peuraden di badan jalan menuju pasar induk Cureh jebol, sehingga air dengan cepat meluap ke perkampungan di Dusun Barat, Cureh, terpaksa sebagian warga mengungsi ke rumah keluarga terdekat di desa setempat dan sebagian lagi tetap bertahan di rumahnya.

“Banjir genangan itu terjadi setelah saluran irigasi di Dusun Cureh Barat jebol dan merendam desanya kami, sebagian warga mengungsi karena genangan air di rumahnya agak tinggi dan ada juga yang tetap bertahan di rumahnya hingga air surut,” kata Keuchik Akmal.

Warga Minta Saluran Segera Diperbaiki

Wahyudi,  warga Gampong Cureh sangat mengharapkan jalan dan tanggul irigasi yang ambruk akibat hujan deras tersebut segera diperbaiki, karena dikhawatirkan akan jatuh korban.

Apalagi, kata Wahyudi pada malam hari jalan menuju ke pasar induk Cureh gelap, karena hingga kini belum ada lampu penerangan jalan bila tidak hati-hati akan teperosok ke jalan yang ambruk itu.

"Kami sangat mengharapkan kepada pemerintah Bireuen segera memperbaiki jalan dan tanggul irigasi Cureh ini secara tanggap darurat, sehingga tidak memakan korban setelah badan jalan semakin sempit  ke saluran yang semakin lebar itu, " kata Wahyudi penuh harap.(si)

Komentar

Loading...