Komwil Dewan UKM Aceh Gelar Pasar Murah Selama Tiga Hari

Komwil Dewan UKM Aceh Gelar Pasar Murah Selama Tiga Hari
Ketua Komwil Dewan UKM Aceh T Nurmiadi Boy ST didampingi pengurus dan undangan saat membuka grand opening Pasar Murah Dewan UKM di halaman kantor, Sabtu (10/4/21). Foto/cakradunia.co/Helmi Hass

CAKRADUNIA.CO, Banda Aceh  – Komwil Dewan UKM Aceh selama tiga hari gelar Pasar Murah di Banda Aceh dan Aceh Besar dengan tujuannya dapat meringankan kebutuhan pokok masyarakat menyambut bulan suci Ramadhan 1442 H dengan harga terjangkau.

Selama digelar pasar murah, Dewan UKM Aceh memberikan subsidi kepada masyarakat, seperti beras jenis organik seharga Rp 150.000/sak, gula Rp 12.500/kg, telur Rp 36.000/papan, minyak satu liter Rp 13.500/kg dan Syrup Rp 18.000/pcs serta banyak kebutuhan pokok lainnya dengan harga murah.

Lokasi Pasar Murah Dewan UKM Aceh, di Banda Aceh di tiga titik, masing-masing  di Gampong Merduati, Geuce Menara, dan Ulee kareng. Sedangkan di Aceh Besar berlokasi di Gampong Lampeneurut, Kahju, Lhoong dan Lamlhom.

Ketika pasar murah hendak diluncurkan di halaman kantor Sekretariat Komwil Dewan UKM Aceh di Jalan Soekarnoe-Hatta No 41 Geuce Menara, Sabtu (10/4/21) masyarakat tampak antusias untuk membeli barang-barang yang dijual.  Panitia harus menghentikan keinginan warga karena segera akan dilaksanakan pembukaan grand opening pasar murah.

“Saya mau beli beras organik, karena harganya disini murah sekali,”kata ibu Fatimah senang. 

Warga tampak antusias belanja di Pasar Murah Dewan UKM Aceh. Foto/cakradunia.co/Helmi Hass

Di Pasar Murah Dewan UKM Aceh menjual beras organik produk sendiri dengan merek ‘Breuh Geutanyoe” dengan harga Rp 150 ribu persak, malah kalau harga di pasar bisa mencapai harga 200-an bahkan sampai Rp 300 ribu persak. 

“Bagi warga yang ingin menjaga kesehatan dan beras enak, ibu bapak beli disini aja,”tutup Fatimah sambil berlalu.

Ketua Komite Wilayah (Komwil) Dewan Usaha Kecil Menengah (UKM) Aceh, T Nurmiadi Boy ST ketika membuka Pasar Murah menyebutkan, Pasar Murah dilaksanakan di kawasan yang tidak tersentuh oleh pemerintah, dengan tujuan agar masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan yang sama dengan harga terjangkau. 

“Dewan UKM melihat dimana sisi pemerintah yang tidak tersentuh, maka disitu kita masuk. Kami juga melaksanakan ini tanpa subsidi dari pemerintah, walau begitu kita juga mendukung program pemerintah dan mengikuti dibelakangnya. Kami akan menggelar di sejumlah titik di Banda Aceh dan Aceh Besar, “jelas Pak Boy begitu namanya 

Pasar Murah Dewan UKM Axeh di komplek Masjid Jamik Ulee Kareng diserbu warga. Foto/cakradunia.co/Helmi Hass

Diakuinya, harga dipasar murah Dewan UKM Aceh tidak semurah yang dibuat oleh pemerintah, tapi harga yang ada dipasar murah tersebut sudah lumayan murah dari harga pasar, sehingga masyarakat juga terlihat sangat antusias untuk berbelanja. 

“Barang-barang yang kita jual semua ini nomor satu. Beras organik dengan harga yang murah dan minyak makan produksi PTPN. Kami mendorong agar produk UMKM lebih kuat kedepannya. Saya mohon doanya agar kedepan kita bisa buat di banyak titik lagi. Begitu juga saat mendekati lebaran idul fitri nanti, mudah-mudahan produk UMKM Aceh semakin baik dan maju, “tutup mantan manajer Persiraja optimis.

Dari pantauan Cakradunia.co, di sejumlah titik pasar murah Dewan UKM Aceh barang-barangnya cepat laku bahkan habis, seperti telur, sirup dan lain-lain. [df]  

Komentar

Loading...