Khilafiah & Jalan Perpecahan Ummat

Khilafiah & Jalan Perpecahan Ummat
Arief Kurniawansyah R

BERBICARA masalah khilafiah selalu menjadi perdebatan panjang, melelahkan dan tidak pernah selesai. Malah, akan melahirkan berbagai persoalan dan perpecahan bagi ummat Islam bahkan bangsa.

Oleh : Arief Kurniawansyah R

Oleh karena itu sebagai seorang mubaligh dan da'i yang bijaksana, sebaiknya kita jangan masuk keranah itu. Sebab jika kita mempetakan masalah, sungguh akan muncul banyak masalah lain yang seharusnya lebih urgent untuk kita dipikirkan dan mencarikan solusinya bersama-sama, sehingga tantangan masa depan bagi generasi muda bisa ditata lebih baik.

Pertama, persoalan aqidah yang hari ini juga masih ada dan banyak yang berbuat Syirik kepada Allah dengan mendatangi tukang sihir atau dukun ketika di hadapkan oleh masalah, baik itu dalam hal harta, jabatan, popularitas, kesehatan dan bahkan untuk melampiaskan rasa dendam sekalipun.

Kedua, keberadaan LGBT, bukan menjadi rahasia umum lagi saat ini perkembangan gerakan kaum Nabi Luth itu juga sudah mulai menjamur saat ini dan berkembang begitu pesat. Masalah ini bukan hanya dosa, tetapi juga mengundang murka dan musibah yang besar bagi kita dan masuk keranah penyakit yang luar biasa kronis.

Ketiga, Korupsi, Suap dan Sogok Menyogok juga luar biasa berkembang saat ini di tanah air kita, tapi mengapa kita masyarakat dan penguasa diam semuanya seolah-olah ini bukan masalah, bahkan ketika ada usulan hukuman potong tangan bagi pelaku korupsi banyak yang merasa ketakutan dan mencari berbagai alasan untuk menolak agar tidak menjadi bagian dari hukuman.

Keempat, Praktek Riba, hampir tidak ada lagi kita temukan orang-orang yang tidak terlibat dari praktek ini, kecuali sebagian kecil saja.

Kelima, Zina, Free sex, Pacaran dan Pergaulan bebas, kini sudah menjadi model dan ikon anak-anak muda, seolah-olah jika tidak terlibat dianggap kuno, ketinggal zaman dan tidak gaul. Bagi yang perempuan, mereka tidak tahu orang yang berpacaran apa bedanya dengan pelacuran? Bagi saya bedanya cuma satu, jika pelacur mereka berhubungan dapat upah atau uang. Tapi yang berpacaran di dapatkan free secara cuma-cuma saja dan jika kita bisa berpikir apa bedanya ini semua.

Keenam, Narkoba, Pornografi dan Game yang sudah mewabah membuat generasi kita kecanduan. Dengan hadir ketiganya itu saat ini. Lalu, kita bertanya? Siapa yang dapat membendung ini semua dan mana kepedulian kita melihat generasi dari hari ke hari semakin jauh dari masjid, agama, bahkan majelis ilmu sepertinya hanya milik sebagian orang saja dan sebagian yang lain seperti tidak butuh.

Melihat fenomena ini, saya rasa kita tidak punya waktu lagi untuk berdebat, saling salah menyalahkan karena persoalan khilafiyah atau perbedaan pandangan baik persoalan maulid, qunut, zikir jamaah juga shalat tarawih 8 atau 20 rakat.

Seperti maulid dan zikir Jamaah, cobalah kita melihat dalam kontek kemaslahatan ummat atau kita jadikan ini sebagai wasilah untuk melakukan pendekatan kepada masyarakat di kampung-kampung.

Terkadang, ada sebagian kampung yang susah kita masuki karena jamaah masjid disana masih sepi bahkan kosong, majelis ilmu tidak maju dan terkesan orang itu-itu saja yang datang memakmurkannya, sedangkan sebagian besar tidak bisa datang karena berbagai alasan kesibukan.

Maka, disinilah strategi dakwah masuk melalui momentum maulid atau zikir jamaah, karena kegiatan maulid dan zikir, semua kampung menerima dan bersemangat, pasti tidak ada kampung yang menolaknya, mungkin hanya sebagian kecil saja

Dari itu, pada momentum inilah kesempatan emas bagi para pendakwah muda untuk memulai melakukan pendekatan dengan masyarakat, diawali dengan mengajak sholat untuk memakmurkan masjid, menghadiri majelis ilmu serta memberikan pemahaman serta arahan-arahan tentang keagamaan, baik itu masalah Aqidah, Figh, Hukum, Akhlak dan juga Sejarah perjuangan Nabi Muhammad SAW.

Jadi kita tidak perlu gegabah dalam menyalahkan sesuatu, bisa jadi ilmu kita belum sampai ke tahap sebagaimana ulama-ulama kita. Ingatkah kita akan suatu kisah ketika Rasulullah mengutus sahabat untuk menuju kesuatu tempat dengan berpesan "Sholatlah kamu ketika sampai disana". Namun, ketika dalam perjalanan ternyata waktu sholat hampir habis, kalau terus dilanjutkan perjalanan maka sudah beralih ke waktu sholat yang lain. Sebagian sahabat memutuskan langsung sholat dalam perjalanan dan sebagian lagi sholat di sampai tempat tujuan tersebut.

Ketika mereka melaporkan kepada nabi tentang perkara tersebut, malah nabi membenarkan keduanya. Begitu juga sebaliknya dengan hal yang sering menjadi perdebatan saat ini di kalangan kita bahkan sudah saling hujat menghujat, perlu segera dihentikan saudaraku, sudah cukup kaum kafirun dan munafikum tertawa dan tepuk tangan melihat kita sesama Islam saling menyerang. Akhirnya Islam juga yang mengalami kerugian besar.

Untuk itu, jangan sampai kita kehilangan fokus dan menghabiskan energi sia-sia hanya untuk mengurus persoalan-persoalan khilafiyah yang bisa memecahbelahkan kita. Ayo kita bangun berbagai aktivitas bermanfaat bagi ummat untuk menyongsong  masa depan yang lebih baik bagi dunia dan akhirat.

Arief Kurniawansyah R, Ketua Da'i Muda Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry Banda Aceh

Iklan Duka Cita Ibunda Bupati Nagan Raya

Komentar

Loading...