Keuchik Menang MA Tak Dilantik, Wabup: Saya Tak Bisa Jumpa Bupati Ramli

Keuchik Menang MA Tak Dilantik, Wabup: Saya Tak Bisa Jumpa Bupati Ramli
Wakil Bupati Aceh Barat Banta Puteh Syam saat menerima pengaduan Forum Keuchik yang di peucat bupati Ramli.

CAKRADUNIA.CO,  Meulaboh- Forum Persaudaraan Keuchik  kecewa kepada Wakil Bupati Aceh Barat Banta Puteh Syam karena hingga kini belum jelas kapan mereka dilantik sebagaimana perintah Mahkamah Agung (MA) setelah mereka menang kasasi.  

Sementara Wakil Bupati Aceh Barat Banta Putehsyam ketika dihubungi cakradunia.co, Selasa (18/2/20) mengatakan, selama tiga bulan terakhir ini tidak bisa menghadap Bupati Ramli bahkan telepon Banta Puteh pun selama ini tidak mau diangkat lagi oleh bupati Ramli. Jadi hubungan Ramli – Banta Puteh kembali macet total.

Ketua Forum  Persaudaraan Keuchik Aceh Barat, Sofyan Suri kepada  cakradunia.co, selasa (18/2/20) mengatakan, pada tanggal 22 Januari  2020 lalu, mereka melakukan pertemuan dengan Wakil Bupati  Aceh Barat di ruang kerjanya.  Ketika itu pengurus forum memohon bantuan wabup untuk dapat menyanpaikan kepada Bupati Ramli agar keuchik yang memang kasasi segera dilantik.

Namun, sampai sekarang tidak ada kabar apapun dari wabup Banta Puteh, pada hal saat itu dirinya berjanji akan menyampaikan kepada Bupati Ramli, terkait permohonan mereka. 

"Walaupun saya nanti tidak dipeduli bupati atau dikasari, namun persoalan keuchik ini tetap saya sampaikan ke bupati, karena ini peristiwa memalukan yang dialami Aceh Barat," begitu janji Banta Puteh yang diulangi Sofyan dengan kesal. 

Meski sering gagal berjumpa dengan penguasa daerah,  pihak forum keuchik tak berhenti untuk terus berupaya untuk dikembalikan hak mereka.

“Seperti, Senin (17/2/2020) lalu, mantan  keuchik Keude Tanjong Kecamatan Kawai XVI dan Keuchik Tepin Panah mendatangi  pendopo bupati untuk menghadap bupati Ramli,”kata Sofyan.

Wabup Aceh Barat Banta Puteh Syam

Menurutnya, upaya tersebut  kembali gagal,  Bupati Ramli tidak dapat ditemui dengan alasan sedang tidur. Padahal, kami melihat tamu lain mondar mandir didalamnya ditermia oleh bupati. Namun, semangat mereka untuk  memperjuangkan harga diri takkan berhenti.

Untuk diketahui dalam surat putusan MA Desember 2019 lalu dijelaskan terkait pemecatan keuchik ditegaskan bahwa surat keputusan bupati tentang pengangkatan pejabat (Pj) keuchik dan pemberhentian keuchik difinitif sudah dibatalkan oleh MA.

“Jadi semenjak keluarnya surat putusan MA, maka pejabat (Pj) keuchik statusnya ilegal, apabila pejabat keuchik menjalankan pemerintahan harusnya polisi dapat mengambil tindakan hukum. Karena itu ilegal,” ungkap Sofyan

Sebagaimana diketahui, puluhan keuchik yang diberhentikan oleh Bupati Ramli dalam kabupaten Aceh Barat melakukan perlawan hukum, mulai dari Pengadilan  Tata Usaha Negara (PTUN) Banda Aceh menang, Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara  Medan menang bahkan sebahagian sampai ke MA juga sudah menang.

Yang anehnya, Pemkab Aceh Barat sampai saat ini tidak merespon perintah MA untuk dikembalikan jabatan sejumlah keuchik pemenang kasasi.

Dedi Kemal, warga Aceh Barat melihat kondisi Pemkab Aceh Barat sudah diluar kontrok dewan. Padahal, DPRK Aceh Barat diberi hak oleh negara untuk mengontrol pelaksanaan pemerintah di daerah. Namun, nyatanya mereka lebih banyak diam dan kalah nyali dengan Bupati Ramli.

“Saya lihat DPRK Aceh Barat sangat lemah untuk mengontrol eksekutif, sehingga dewan Aceh Barat seperti harimau ompong saja. Punya kewenangan untuk mengawasi pemkab, tapi kalah nyali. Lebih banyak diam dari memperjuangkan aspirasi rakyat. Bagusnya, mereka mundur saja dari pada digaji oleh rakyat, tapi tak berguna,”kata Dedi Kemal kesal.

Wabup Banta: Saya Tak Bisa Jumpa Bupati

Sementara Wakil Bupati Aceh Barat H. Banta Puteh Syam saat dihubungi untuk diminta tanggapan terkait permohonan Forum Keuchik, dirinya dengan tegas mengatan dari saat pertemuan tersebut sampai sekarang belum bisa menghadap bupati.

“Lebih kurang ada tiga bulan saya belum berjumpa dengan Bupati Ramli. Selain tak bisa jumpa langsung, saya telepon juga tidak lagi diangkat. Saya juga heran kenapa seperti ini, sehingga banyak persoalan yang ingin disampaikan kepada Bupati Ramli tersendat dengan sendirinya, termasuk persoalan forum keuchik tersebut. Bupati tidak memberikan ruang diskusi pada saya, lalu bagaimana saya ingin sampaikan masalah itu,  saya telepon saja tak mau diangkat lagi," keluh Wabup Banta Puteh panjang lebar.

Karena dialog dengan bupati Ramli putus, Banta Puteh minta Forum Persaudaraan Keuchik silahkan berjuang sendiri menjumpai bupati dan tidak berharap banyak lagi padanya.  Sebelumnya, Banta Puteh juga telah menyampaikan pada salah seorang mantan keuchik untuk berjuang sendiri melalui forum keuchik.

Fitriadilanta

Iklan Covid-91 Rektor UTU

Komentar

Loading...